Kuliner tradisional di kawasan Danau Toba didorong untuk naik kelas sebagai daya tarik pariwisata sekaligus peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Festival Tarik Tombur Toba yang dijadwalkan berlangsung di Parapat pada 24 Oktober 2026.
Festival ini diinisiasi tokoh masyarakat Batak sekaligus Anggota DPR RI, Bane Raja Manalu. Ia menilai kuliner khas Batak memiliki cita rasa unik dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satu hidangan yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah sambal natinombur.
Menurut Bane, sambal natinombur memiliki perpaduan rasa pedas dan asam, dengan sensasi khas andaliman yang menjadi salah satu rempah andalan masakan Batak. “Sambal natinombur ini yang akan membuat dia beda dengan sambal yang lain adalah rasa pedas asam plus ada ketir andaliman,” ujar Bane dalam Podcast RRI Pro3, Kamis, 22 Oktober 2026.
Bane juga menekankan bahwa kuliner Batak tidak seluruhnya identik dengan olahan daging nonhalal. Ia menyebut terdapat beragam pilihan hidangan yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Melalui festival ini, kuliner lokal diharapkan tidak hanya dikenal sebagai hidangan rumahan, tetapi berkembang menjadi produk siap saji yang mampu menjangkau pasar lebih luas. Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kualitas resep, kebersihan produksi, serta kemampuan pelaku UMKM dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Pelatihan pembuatan sambal tradisional turut menjadi bagian dari rangkaian upaya peningkatan kualitas produk. Dengan pengolahan yang lebih terstandar, kuliner khas Danau Toba diharapkan memiliki peluang menembus pasar nasional hingga jaringan ritel modern.
“Kenapa tidak kita buat itu menjadi sifatnya industri? Kenapa kita tidak menciptakan uangnya di sana,” kata Bane.
Pengembangan kuliner berbasis kearifan lokal ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Sumatra Utara. Dengan demikian, promosi Danau Toba tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga kekayaan kulinernya.