BERITA TERKINI
Festival Keluarga Sehat Kudus Angkat Edukasi Gizi Lewat Kostum Makanan Sehat

Festival Keluarga Sehat Kudus Angkat Edukasi Gizi Lewat Kostum Makanan Sehat

Festival Keluarga Sehat di Kabupaten Kudus, Minggu (31/8/2026), tidak hanya diisi dengan kegiatan jalan santai. Dalam kegiatan tersebut, peserta—terutama anak-anak—diajak mengenal pentingnya makanan bergizi melalui penggunaan kostum bertema sayur-mayur dan aneka makanan sehat.

Sekretaris Daerah Kudus, Eko Djumartono, mengatakan konsep itu sengaja diangkat untuk memperkenalkan makanan sehat kepada anak sejak dini. Ia menyebut tema festival keluarga sehat diwujudkan lewat kostum makanan sehat yang dikenakan anak-anak.

Menurut Eko, kostum yang menggambarkan sayuran, buah, daging, ayam, hingga susu menjadi bagian dari edukasi sederhana tentang pentingnya asupan gizi. Konsep tersebut juga dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat pada prinsip pemenuhan makanan bergizi yang dikenal dengan istilah empat sehat lima sempurna.

Eko menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung pembangunan masyarakat di Kabupaten Kudus. Ia menilai dukungan swasta penting agar kontribusi kepada masyarakat semakin aktif.

Dalam kolaborasi itu, salah satu fokus yang disorot adalah pencegahan stunting. Eko menyampaikan, berdasarkan data yang disampaikan Bupati Kudus, jumlah kasus stunting turun dari 408 menjadi 304.

Meski demikian, Eko menegaskan penurunan tersebut tidak berarti upaya pencegahan dapat dihentikan. Ia menekankan pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin, termasuk sejak masa kehamilan hingga proses kelahiran, sebagai bagian dari upaya menuju generasi emas.

Dalam pelaksanaannya, Bakti Sosial Djarum Foundation menggandeng sejumlah perusahaan untuk mendukung program pencegahan stunting. Selain dukungan swasta, pemerintah juga disebut telah menyiapkan anggaran untuk menjalankan berbagai program pencegahan stunting.

Antusiasme masyarakat terhadap Festival Keluarga Sehat tahun ini turut mendapat apresiasi. Jumlah peserta yang hadir dinilai meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Ahmad Budiarto, mengatakan respons masyarakat Kudus melampaui perkiraan. Ia menyebut pada pelaksanaan tahun lalu jumlah masyarakat yang diundang dari desa masih terbatas.

Menurut Budiarto, meningkatnya partisipasi menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus. Ia juga menilai edukasi melalui praktik dan visual lebih mudah dipahami anak-anak dibandingkan teori, sehingga festival tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga memuat unsur edukasi kesehatan dan pelayanan.