BLITAR — Anggota DPR RI Komisi IX, Nurhadi, menggelar Festival Es Campur Indonesia di Kabupaten Blitar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan es campur sebagai kuliner berbasis kearifan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.
Festival tersebut dikemas dalam lomba penyajian es campur terlezat yang digelar di Aula Gaujari Palace, Desa Krejen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (25/8/2026). Peserta didominasi masyarakat umum, terutama kalangan ibu-ibu. Sejumlah wartawan juga ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Nurhadi mengatakan, gagasan festival muncul dari kebiasaannya berkeliling ke berbagai desa. Dalam kunjungannya, ia kerap menemukan es campur sebagai kuliner yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Festival Es Campur Indonesia ini terinspirasi dari es campur yang sering saya temui saat keliling dari desa ke desa,” ujarnya.
Menurut Nurhadi, es campur tidak hanya sekadar minuman pelepas dahaga, tetapi memiliki nilai kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari identitas kuliner daerah. “Es campur itu menurut saya kuliner kearifan lokal yang perlu kita angkat dan menjadi ikon, khususnya di Kabupaten Blitar,” katanya.
Ia menilai antusiasme masyarakat cukup tinggi, termasuk keterlibatan jurnalis yang ikut meracik es campur. Nurhadi sempat mencicipi hasil racikan peserta dari kalangan wartawan dan memberikan apresiasi disertai candaan. “Tadi saya icipi juga, lezat. Ternyata selain piawai dalam menulis berita, para wartawan juga piawai meramu es campur. Pokoknya jangan es ngawur,” ujarnya.
Melihat respons peserta, Nurhadi membuka peluang agar Festival Es Campur Indonesia dikembangkan menjadi agenda tahunan. Jika sambutan tetap positif, penyelenggaraan berikutnya dinilai dapat dikemas dalam skala yang lebih besar. Ia juga menyebut rencana membawa konsep serupa ke Kabupaten Kediri, salah satu wilayah daerah pemilihannya. “Kalau ini bisa menjadi daya tarik, tentu tahun depan akan kita selenggarakan lagi. Sekadar bocoran, saya juga akan mengadakan Festival Es Campur di Kediri,” katanya.
Selain festival, Nurhadi mengungkapkan rencana menyiapkan usaha restoran dengan menu utama es campur yang ditargetkan hadir di sejumlah daerah, termasuk Blitar, Kediri, dan Tulungagung. “Es campur ini menjadi inspirasi saya untuk pribadi membuka unit usaha... Saya akan membuka resto es campur,” ujarnya. Ia menambahkan, rencana tersebut diharapkan dapat ikut membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Nurhadi turut menyinggung momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia mengajak masyarakat bersyukur atas perjalanan bangsa sekaligus meminta pemerintah pusat dan daerah hadir langsung melihat kondisi masyarakat di tengah persoalan ekonomi dan dinamika sosial. “Ayo kita langsung hadir di tengah-tengah masyarakat, melihat langsung realita di lapangan,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran pemimpin di tengah warga dapat menciptakan suasana yang lebih sejuk dan membuka ruang komunikasi untuk memahami persoalan yang dihadapi masyarakat. “Kalau pemimpin mau hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, rasanya adem... Saya tidak mencari pencitraan, tetapi memang sebelum menjadi anggota DPR pun hobi saya adalah berkegiatan sosial,” katanya.
Melalui Festival Es Campur Indonesia, Nurhadi menyatakan ingin menggabungkan pelestarian kuliner lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan kedekatan antara wakil rakyat dengan warga. Ia berharap dari kuliner sederhana tersebut dapat muncul peluang yang lebih besar untuk menggerakkan ekonomi daerah.