BERITA TERKINI
Festival Diplomasi Kuliner Indonesia Digelar di Tver, Rusia, Perkuat Jembatan Budaya dan Peluang Bisnis

Festival Diplomasi Kuliner Indonesia Digelar di Tver, Rusia, Perkuat Jembatan Budaya dan Peluang Bisnis

Festival Diplomasi Kuliner Indonesia digelar di Kota Tver, Rusia, pada Sabtu (17/10/2026) sebagai upaya mempererat hubungan budaya dan ekonomi Indonesia–Rusia melalui pengembangan kerja sama ekonomi kreatif, khususnya sektor kuliner. Kegiatan ini diselenggarakan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS Rusia dengan dukungan Pemerintah Oblast Tver dan Administrasi Kota Tver, bersama ANO “Pusat Industri Media”.

Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang diketuai Aqila Rahmani. Perayaan Hekrafnas dijadwalkan berlangsung serentak di Indonesia pada 24 Oktober 2026.

Delegasi Indonesia dipimpin Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, Hartyo Harkomoyo, dan dihadiri perwakilan dunia usaha, akademisi, serta perdagangan. Dari pihak Rusia, hadir pejabat Pemerintah Oblast Tver, perwakilan lembaga pembangunan, serta pelaku usaha lokal.

Dalam sambutan kepada peserta, Gubernur Oblast Tver Vitaly Korolev menyatakan festival ini tidak hanya menjadi perayaan gastronomi, tetapi juga wadah memperkenalkan budaya Indonesia, program kreatif, degustasi, serta perundingan bisnis. Ia menilai pendekatan budaya dan kuliner dapat membuka peluang baru kerja sama kemanusiaan, ekonomi, dan perdagangan.

Korolev menyebut rangkaian kegiatan mencakup penampilan pelaku kreatif, food tasting, lokakarya, pertunjukan pencak silat, hingga diskusi panel. Menurutnya, perpaduan budaya, kuliner, dan komunikasi bisnis diharapkan membangun jembatan persahabatan Indonesia–Rusia sekaligus memperkuat kerja sama sosial budaya, ekonomi, dan perdagangan antara Oblast Tver dan Indonesia.

Dukungan penguatan kemitraan internasional juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tver Evgeny Pichuev. Ia menegaskan Tver terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama, termasuk kemitraan dunia usaha, pertukaran pelajar, dan penyelenggaraan kegiatan kebudayaan, dengan mempertimbangkan posisi geografis dan dukungan logistik yang dinilai strategis.

Dari Indonesia, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi melalui pesan video atas terselenggaranya festival. Ia menilai kegiatan ini dapat menjadi sarana mengenalkan budaya, bertukar pengetahuan, serta membangun jejaring antarpelaku usaha kedua negara, termasuk peluang promosi produk, perdagangan bahan pangan dan rempah-rempah, serta kolaborasi bisnis kuliner.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, juga melalui video, menekankan peran diplomasi kuliner sebagai kekayaan budaya yang efektif untuk memperkenalkan identitas, tradisi, dan keragaman Indonesia kepada masyarakat dunia. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat diplomasi budaya kedua negara.

Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia–Rusia. Sementara itu, Hartyo Harkomoyo menekankan perlunya memperkuat kemitraan strategis bilateral melalui keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat luas. Ia juga menyinggung sejumlah bidang yang menjadi perhatian bersama, antara lain energi, ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Ketua DPLN GEKRAFS Rusia, Andre Septiyanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota dan region Tver atas dukungan terhadap festival. Ia juga mengapresiasi dukungan Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian serta Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS Osco Olfriady Letunggamu, dan menyebut peran pengurus DPLN GEKRAFS Rusia, termasuk La Chica Salsabila sebagai Dewan Pakar, Arief Budi Santoso sebagai wakil ketua, serta Amy Maulana sebagai ketua penyelenggara, beserta panitia dan relawan.

Andre turut menyampaikan terima kasih kepada DPC GEKRAFS Kota Batu, DPC GEKRAFS Yogyakarta, dan KADIN Jawa Timur yang berpartisipasi mempromosikan produk unggulan Indonesia di Tver sebagai upaya memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah.

Rangkaian acara festival dibuka dengan penampilan musik lagu rakyat Rusia dari Pemerintah Kota Tver, dilanjutkan pertunjukan pencak silat oleh atlet Federasi Pencak Silat Kota Moskow. Kegiatan kemudian berlanjut dengan diskusi meja bundar bertema “Diplomasi Kuliner Indonesia: Rasa, Sejarah, Budaya, Pariwisata, dan Bisnis”, pameran buku “Tentang Indonesia”, serta makan siang dan degustasi kuliner Indonesia yang disajikan Café Indonesia “Kalpataru” St Petersburg.

Selain itu, festival menghadirkan bazar melalui program Indonesia Taste Market & Tver Table, serta kunjungan ke pabrik kopi OOO Millfoods yang disebut sebagai pabrik kopi terbesar di Kota Tver.

Dalam bazar Indonesia Taste Market & Tver Table, pengunjung diperkenalkan pada produk UMKM dan kuliner Indonesia. GEKRAFS Kota Batu menampilkan kopi green bean, aksesori etnik, keripik kentang, dan kain batik. GEKRAFS Daerah Istimewa Yogyakarta mempromosikan produk kopi dan pariwisata Yogyakarta, sementara KADIN Jawa Timur menghadirkan produk rempah dan komoditas lainnya. Bazar juga menampilkan kuliner Indonesia dari Café Kalpataru, diaspora Indonesia, serta hidangan khas Kota Tver.

Diskusi panel digelar di Perpustakaan Ilmiah Universal Oblast Tver A.M. Gorky, membahas peluang kerja sama Indonesia–Rusia di bidang ekonomi, perhotelan, dan pariwisata. Sejumlah pembicara hadir, antara lain Hartyo Harkomoyo, Shorikov Vladislav Vitalyevich selaku Ketua Kamar Dagang Kota Tver, Natalya Alexandrovna Vdovina selaku Deputi Legislatif Tver Oblast, Alexey Bugrov selaku Kepala Pusat Dukungan Ekspor Wilayah Tver, Sergey Yushin selaku Direktur Rantai Pasokan Milfoods LLC, Andre Septiyanto, serta Arief Budi Santoso. Pembicara lain meliputi Elena Sergeevna Galushko selaku Direktur Jenderal Trading House BRICS EU-M dan Konstantin Sergeyevich Ivanov selaku pendiri dana investasi langsung “Invest Group” di industri restoran. Diskusi dipandu Lubarto Sartoyo, Presiden Alliance B2B ASEAN.

Penyelenggaraan festival didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri sebagai mitra resmi. Selain itu, mitra pendukung meliputi Kalpataru, B2B ASEAN, inform69.ru, Pusat Mediastrategi, Coffee Shop Besançon, Hotel Pushkin Tver, serta Perpustakaan Ilmiah Universal Wilayah Tver A.M. Gorky.

Dalam rangka memperkuat kemitraan Indonesia–Rusia, festival juga diisi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPLN GEKRAFS Rusia dengan ANO Center Media Industry, Alliance B2B ASEAN, serta pelaku usaha dari merek Rusia VARGGRAAD. Selain itu, Café Indonesia Kalpataru di Saint Petersburg dan Besançon Coffee Shop di Tver juga menjalin kerja sama melalui penandatanganan MoU.

Ke depan, Mark Bykov menyampaikan rencana dan harapan penyelenggaraan festival industri kreatif berskala besar di Oblast Tver. Ia juga menyoroti peluang kerja sama kota kembar (sister city) antara kota-kota di wilayah Tver dan pemerintah daerah di Indonesia untuk memperluas kolaborasi di bidang ekonomi kreatif, budaya, dan perdagangan.

DPLN GEKRAFS Rusia merupakan Dewan Perwakilan Luar Negeri dari Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Indonesia di Rusia yang berfokus pada promosi budaya, kuliner, pariwisata, dan kerja sama bisnis Indonesia–Rusia. Melalui festival ini, penyelenggara menargetkan penguatan jejaring ekonomi kreatif kedua negara dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta komunitas kreatif.