Festival Bunga Buckwheat 2026 menarik minat wisatawan domestik dan internasional ke kawasan Dataran Tinggi Karst Dong Van di Provinsi Tuyen Quang. Selain panorama alam yang megah, rangkaian pengalaman budaya dan kuliner, serta penerapan teknologi digital, disebut ikut memperbarui pengalaman jelajah wisata, meningkatkan kualitas layanan, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di Komune Dong Van, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati hamparan bunga buckwheat, tetapi juga dapat mencicipi kuliner tradisional, mengenal produk lokal, serta mengikuti kegiatan budaya dan rekreasi. Perpaduan lanskap dataran tinggi dengan pengalaman yang lekat pada budaya setempat dinilai memperkaya perjalanan wisata di kawasan tersebut.
Kuliner lokal menjadi salah satu daya tarik yang menonjol. Berbagai hidangan berbahan daging sapi, babi hitam, ayam hitam, jagung, sawi, dan bahan khas lainnya tidak hanya menawarkan pengalaman gastronomi, tetapi juga membantu memperkenalkan produk-produk dataran tinggi. Kegiatan pameran, demonstrasi makanan, hingga pengalaman memasak turut memberi ruang bagi wisatawan untuk memahami budaya kuliner sekaligus membuka peluang promosi bagi restoran, akomodasi, dan pelaku usaha.
Ketua Komite Rakyat Komune Dong Van, Nguyen Van Nam, mengatakan wilayahnya berfokus mempromosikan lanskap alam, budaya, dan kuliner guna mendiversifikasi produk pariwisata serta meningkatkan kualitas layanan. Langkah ini ditujukan agar wisatawan tidak hanya mengagumi bunga buckwheat, tetapi juga menjelajahi budaya, merasakan kehidupan lokal, dan membawa pulang kesan mendalam dari Dataran Tinggi Batu.
Sejumlah kegiatan budaya komunitas, permainan tradisional, dan demonstrasi kerajinan tangan juga diselenggarakan untuk mendorong interaksi antara wisatawan dan penduduk. Melalui aktivitas tersebut, wisatawan berkesempatan mempelajari adat istiadat, tradisi, dan kehidupan kelompok etnis minoritas di kawasan dataran tinggi.
Salah seorang wisatawan domestik asal Hanoi, Pham Ngoc Tuan, mengaku terkesan dengan pemandangan bunga buckwheat di tengah pegunungan berbatu serta pengalaman budaya dan kuliner di Dong Van. Ia menilai kegiatan yang dapat diikuti wisatawan membuat perjalanan lebih kaya dan berkesan.
Daya tarik serupa juga dirasakan wisatawan mancanegara. Erik Johansen, wisatawan asal Norwegia, menyebut hamparan ladang bunga di antara pegunungan berbatu sebagai pengalaman yang menonjol, disertai ketertarikannya pada budaya dan kuliner lokal yang memberinya kesempatan memahami kehidupan masyarakat setempat.
Menurut laporan tersebut, diversifikasi produk pariwisata tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga memperluas keterlibatan masyarakat lokal, mulai dari penyediaan layanan makanan dan akomodasi hingga pameran produk pertanian dan kerajinan tangan. Pada saat yang sama, langkah ini dinilai mendukung pelestarian nilai budaya lokal serta menciptakan mata pencaharian dan peningkatan pendapatan.
Sementara itu di Komune Lung Cu, wisatawan ditawarkan beragam pengalaman budaya, seperti menikmati teh di Northernmost Tea Space, menumbuk kue beras ketan khas suku Giay, mempelajari sulaman sepatu tradisional, serta teknik menggambar pola menggunakan lilin lebah pada kain linen. Rangkaian aktivitas ini disebut memperkaya perjalanan wisata sekaligus mendekatkan nilai budaya tradisional kepada pengunjung.
Seiring pengembangan produk wisata, wilayah tersebut juga mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan. Pengenalan mesin penjual tiket otomatis memungkinkan wisatawan membeli tiket secara lebih mandiri, menyederhanakan prosedur, menghemat waktu, dan mendukung modernisasi pengelolaan destinasi.
Sekretaris Komite Partai Komune Lung Cu, Duong Ngoc Duc, menyampaikan bahwa selain meluncurkan produk pariwisata baru yang kaya identitas budaya etnis, komune tersebut berfokus pada transformasi digital di sektor pariwisata, terutama melalui mesin penjual tiket otomatis. Ia menilai langkah ini berkontribusi pada kemudahan bagi wisatawan, peningkatan kualitas layanan, dan modernisasi manajemen menuju pengembangan pariwisata yang profesional dan berkelanjutan.
Untuk memaksimalkan efektivitas produk wisata baru, laporan itu menekankan perlunya peningkatan kualitas layanan dan keterampilan pelayanan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun citra pariwisata yang beradab dan ramah. Penerapan teknologi juga dinilai perlu diiringi penyediaan informasi yang memadai, dukungan bagi wisatawan, dan penguatan efisiensi pengelolaan.
Dari pesona musim bunga buckwheat, kekayaan kuliner, pengalaman budaya, hingga fasilitas digital, pariwisata di Dataran Tinggi Karst Dong Van disebut bergerak menuju pembaruan yang lebih beragam dan khas. Perpaduan lanskap alam, budaya komunitas, dan metode layanan modern diharapkan meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus membuka peluang pembangunan ekonomi lokal menuju pariwisata berkelanjutan.