Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Pariwisata menyiapkan Festival Ayam Panggang Biromaru sebagai upaya mengembangkan potensi kuliner lokal untuk mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026 di Taman Likuefaksi, Desa Lolu, Kecamatan Biromaru.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Sakinah Tul Kulup, menyampaikan bahwa kuliner merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang berpotensi memperkuat pengembangan pariwisata. Menurutnya, festival juga menjadi bagian dari dorongan agar setiap kecamatan mengangkat potensi khas wilayah masing-masing.
Sakinah menjelaskan, pengembangan festival di Sigi terinspirasi dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang dinilai berhasil memanfaatkan kegiatan serupa untuk mempromosikan potensi daerah. Ia menyebut, dalam dua tahun terakhir Kabupaten Sigi mulai mengembangkan sekitar 10 festival sebagai sarana promosi sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan warga agar festival menjadi ruang bersama yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap potensi budaya daerah. “Harapan kami bagaimana setiap festival itu adalah pesta rakyat, semua masyarakat wajib merasakan pestanya sendiri dan merasa memiliki pesta itu,” ujarnya.
Dari sisi pelaku usaha, pemilik Rumah Makan Madam Batika Biromaru, Sofia Rahmatika, menyambut baik rencana penyelenggaraan festival. Ia mengatakan Ayam Panggang Biromaru merupakan kuliner warisan yang dikenal sejak 1955 dan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda.
“Kami bersyukur ada kegiatan ini karena secara tidak langsung mempromosikan bahwa di Kabupaten Sigi, terutama di Biromaru, ada makanan khas yang dikenal sejak dulu dari warisan orang tua kita tahun 1955,” kata Sofia.
Melalui Festival Ayam Panggang Biromaru, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap promosi kuliner tradisional dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan UMKM. Kolaborasi pemerintah daerah, komunitas pemuda, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan menjadikan festival sebagai ruang promosi potensi lokal sekaligus penggerak ekonomi kreatif.