BERITA TERKINI
Dua Pekan Menjabat, Kapolda Kaltara Andi Syariful Taufik Mengaku Nyaman Bertugas di Wilayah Perbatasan

Dua Pekan Menjabat, Kapolda Kaltara Andi Syariful Taufik Mengaku Nyaman Bertugas di Wilayah Perbatasan

TANJUNG SELOR — Baru lebih dari dua pekan menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Andi Syariful Taufik mengaku sudah merasa nyaman bertugas di provinsi tersebut. Ia juga menyebut merasakan kedekatan emosional dengan Kaltara.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 itu mengaku terkesan dengan suasana dan dinamika wilayah perbatasan. Meski penugasan ini menjadi pengalaman pertamanya di Kaltara, ia mengatakan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.

Andi Syariful Taufik resmi menjabat Kapolda Kaltara berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026, menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto. Saat dimintai tanggapan pada Rabu (28/10/2026), ia menyebut pengalamannya di Kaltara sebagai sesuatu yang “sangat luar biasa.”

Menurutnya, kesan positif itu tidak hanya datang dari keindahan alam dan kondisi wilayah yang kondusif. Nuansa budaya Kaltara yang mengingatkannya pada kampung halaman di Sulawesi Selatan, serta kekayaan kuliner lokal, turut membuatnya merasa betah.

Ia menuturkan urusan makanan tidak menjadi kendala selama bertugas di daerah baru. Ia mengaku bisa langsung menikmati beragam kuliner khas Kaltara tanpa perlu penyesuaian khusus terhadap cita rasa setempat.

“Semua makanan favorit. Tidak ada yang aneh dalam diri saya mengenai makanan di Kaltara,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut sejumlah makanan dari daerah asalnya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tetap memiliki tempat tersendiri. Beberapa yang disebut antara lain coto Makassar, buras, dan konro, sembari menegaskan bahwa kuliner khas Kaltara juga dinikmatinya.

“Coto Makassar, buras, konro. Tetapi, makanan asli Kaltara juga saya sangat menikmatinya,” katanya.

Ia menilai perpaduan keramahan masyarakat, kekayaan kuliner, serta dinamika kehidupan di wilayah perbatasan membuatnya semakin nyaman menjalankan tugas. Kedekatan budaya antara Kaltara dan Sulawesi Selatan, menurutnya, juga menghadirkan kehangatan tersendiri dan membantu mengobati kerinduan terhadap kampung halaman.

“Kaltara sangat nyaman, makanannya juga. Saya merasa seperti di kampung halaman saya di Makassar, jadi rasa rindu terobati,” pungkasnya.