BERITA TERKINI
Dua Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Potongan, Bisa di Air atau Tanah

Dua Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Potongan, Bisa di Air atau Tanah

Daun bawang kerap digunakan sebagai pelengkap berbagai masakan, dari menu rumahan hingga hidangan profesional. Namun, bagian pangkal yang berakar sering kali dibuang setelah batang hijau dipotong. Padahal, sisa potongan tersebut masih memiliki daya tumbuh dan dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan daun bawang segar di rumah.

Praktik menanam ulang sayuran dari sisa dapur juga sejalan dengan tren berkebun skala kecil di perkotaan. Selain sederhana dan tidak membutuhkan lahan luas, cara ini membantu mengurangi limbah organik rumah tangga. Dengan wadah kecil dan air bersih, tunas baru umumnya dapat muncul dalam hitungan hari dan memungkinkan panen berulang selama akar tetap sehat.

Berikut dua metode yang dapat dilakukan untuk menanam daun bawang dari sisa potongan, baik menggunakan media air maupun tanah.

Persiapan bahan dan alat

Sebelum memulai, siapkan beberapa perlengkapan dasar agar pertumbuhan daun bawang lebih terkontrol:

1) Sisa potongan daun bawang bagian akar (sekitar 3–5 cm) yang masih segar, berwarna cerah, dan memiliki akar aktif.

2) Wadah kecil berisi air atau pot tanam. Wadah air bisa digunakan pada tahap awal, sementara pot dipakai jika ingin melanjutkan ke media tanah.

3) Media tanam tanah gembur dan kompos (jika ditanam di tanah) untuk mendukung pasokan nutrisi.

4) Air bersih.

5) Lokasi terang yang mendapat cahaya, seperti dekat jendela, teras, atau balkon.

Menanam daun bawang dari sisa potongan di air

Metode ini dinilai paling sederhana karena tidak memerlukan media tanah dan dapat langsung dipraktikkan.

Pertama, saat memotong daun bawang untuk memasak, sisakan pangkal putih sepanjang kurang lebih 3–5 cm berikut akarnya. Kedua, letakkan potongan tersebut ke dalam gelas, mangkuk kecil, botol bekas, atau wadah transparan berisi air agar pertumbuhan akar dan tunas mudah diamati.

Pastikan hanya bagian akar yang terendam, sementara batang tetap berada di atas permukaan air untuk mengurangi risiko pembusukan. Setelah itu, simpan wadah di area terang, misalnya dekat jendela. Air perlu diganti setiap 1–2 hari untuk menjaga kebersihan, mencegah bau, dan mengurangi risiko akar berlendir.

Dalam beberapa hari, tunas hijau biasanya mulai muncul dari bagian tengah batang. Pada tahap ini, daun bawang bisa dipanen ringan atau dipindahkan ke media tanah bila ingin hasil lebih optimal.

Menanam daun bawang dari sisa potongan di tanah

Penanaman di tanah umumnya menghasilkan daun bawang yang lebih kuat, hijau pekat, dan dapat bertahan lebih lama dibanding metode air. Cara ini cocok bagi yang ingin panen berulang dalam jangka panjang.

Siapkan pot berlubang di bagian bawah, lalu isi dengan campuran tanah gembur dan kompos. Tanam sisa potongan daun bawang secara tegak, dengan akar menghadap ke bawah. Tutup bagian akar dengan tanah, sementara batang dibiarkan terlihat di atas permukaan.

Siram secukupnya hingga tanah lembap, namun tidak berlebihan agar tidak memicu busuk. Letakkan pot di area yang mendapat cahaya matahari pagi untuk membantu pertumbuhan daun yang lebih segar dan tegak. Dengan metode ini, panen dapat dilakukan berulang kali dengan memotong bagian atasnya dan membiarkan pangkal tetap tumbuh.

Tips agar daun bawang bisa dipanen berulang

Agar tanaman tetap produktif, panen sebaiknya dilakukan dengan memotong bagian hijau menggunakan gunting atau pisau bersih. Sisakan pangkal sekitar 2–3 cm agar titik tumbuh tetap aktif.

Media tanam juga perlu dijaga agar tidak memadat. Permukaan tanah dapat diaduk perlahan sesekali untuk menjaga sirkulasi udara. Untuk membantu kesuburan, kompos matang atau pupuk kandang halus dapat ditambahkan secara ringan setiap 2–3 minggu. Sebagian orang juga memanfaatkan air rendaman kulit pisang sebagai tambahan nutrisi.

Penyiraman dilakukan saat bagian atas media mulai terlihat kering. Kondisi terlalu basah berisiko melemahkan akar dan memperlambat pertumbuhan. Selain itu, pastikan tanaman mendapat cahaya yang cukup agar daun tumbuh tegak dan berwarna hijau segar. Daun yang tua atau menguning sebaiknya dipotong supaya energi tanaman terfokus pada tunas baru. Jika pertumbuhan melambat setelah beberapa kali panen, media tanam dapat diganti atau ditambah kompos baru.

Seputar waktu tumbuh dan panen

Daun bawang dari sisa potongan umumnya mulai menunjukkan tunas baru sekitar lima hari. Panen bisa dilakukan ketika tinggi daun sudah sesuai kebutuhan, biasanya dalam beberapa minggu, dengan tetap menyisakan pangkal agar dapat tumbuh kembali.

Selain menghemat belanja dan mengurangi limbah dapur, menanam daun bawang sendiri di rumah juga memberi pasokan segar yang bisa dipetik sesuai kebutuhan, sekaligus menjadi aktivitas sederhana yang mudah dilakukan di area terbatas.