BERITA TERKINI
Diskusi Soroti Peran Film, Konten Digital, dan Kuliner untuk Promosi Pariwisata Berkelanjutan

Diskusi Soroti Peran Film, Konten Digital, dan Kuliner untuk Promosi Pariwisata Berkelanjutan

Dua sesi diskusi mendalam digelar dalam sebuah program yang membahas upaya mengubah warisan kuliner menjadi konten kreatif sekaligus penggerak pariwisata berkelanjutan. Diskusi menyoroti peran film, televisi, dan video pendek dalam memperkenalkan kuliner Vietnam secara lebih luas.

Pada Sesi 1 bertajuk “Membawa Budaya dan Kuliner Vietnam ke Layar Secara Strategis dan Menarik Audiens Global”, pembahasan berfokus pada strategi mengangkat kuliner Vietnam melalui platform sinema dan digital. Sejumlah gagasan yang disoroti antara lain penyusunan skrip yang kaya emosi, transformasi pengetahuan tradisional ke dalam bentuk narasi yang relevan, serta peningkatan kapasitas pembuat film dan penata makanan.

Para pembicara juga menekankan pentingnya diversifikasi format konten, lokalisasi bahasa, serta pembangunan mekanisme kolaborasi antara pengrajin, produsen, dan pelaku usaha makanan dan minuman. Kolaborasi tersebut dinilai diperlukan untuk melindungi hak cipta sekaligus menjaga keaslian budaya.

Sementara itu, Sesi 2 bertajuk “Masakan Vietnam di Era Konten: Dari Kisah Lokal hingga Daya Tarik Destinasi Wisata” membahas cara mengonversi penonton menjadi wisatawan melalui rangkaian pengalaman yang berkelanjutan. Diskusi mengusulkan sejumlah produk inovatif, seperti Peta Kuliner, Tur Film dan Makanan, serta Perjalanan Kreator yang terhubung dengan wilayah penghasil bahan baku.

Dalam usulan tersebut, peserta diskusi menekankan pentingnya penghormatan terhadap identitas asli serta manfaat yang dibawa bagi masyarakat setempat. Salah satu proposal yang turut dibahas adalah model percontohan “Taste of Gia Lai” yang disertai serangkaian indikator untuk mengukur efektivitas pariwisata dalam praktik.

Secara keseluruhan, kedua sesi menghasilkan berbagai solusi yang diarahkan untuk memperkuat posisi kuliner Vietnam di peta konten global sekaligus menciptakan daya ungkit bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Melalui lokakarya ini, penyelenggara berharap dapat menghimpun lebih banyak masukan praktis dari para ahli dan kreator konten untuk memperkuat koneksi lintas pemangku kepentingan, serta mendorong merek wisata kuliner Gia Lai menjelang Tahun Pariwisata Nasional 2026 dan tahun-tahun berikutnya.