Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya mendorong kemandirian ekonomi generasi muda melalui penguatan keterampilan dan inovasi bisnis kuliner. Upaya ini diwujudkan lewat Pelatihan Kewirausahaan Foodpreneur Gen Z yang diikuti 100 peserta berusia 16–30 tahun di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Surabaya, Rabu (21/10/2026).
Pelatihan bertema “Bikin Produk, Bangun Brand, Raih Cuan” dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengembangkan produk makanan, membangun identitas usaha, serta memanfaatkan pemasaran digital. Program ini juga menjadi ruang bagi generasi Z untuk menggali potensi kewirausahaan di tengah persaingan industri kuliner yang kian kompetitif.
Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Pengembangan Prestasi Pemuda Disbudporapar Surabaya, Adonikam Atmoko Adi, A.Md., S.H., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk fasilitasi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan pemuda. Menurutnya, pelatihan ini ditujukan untuk membantu pemuda Surabaya mengembangkan usaha maupun menciptakan wirausahawan muda yang mampu bersaing.
Adonikam menambahkan, pengembangan kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan kreatif yang berpeluang dikembangkan menjadi usaha. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memahami aspek penting dalam membangun bisnis kuliner secara berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni Pelatihan Kewirausahaan pada 21–23 Oktober 2026 dan Magang Kewirausahaan pada 26–28 Oktober 2026. Pembagian tahapan ini memberi kesempatan peserta untuk memperoleh pemahaman teoretis sekaligus pengalaman praktik dalam pengembangan usaha kuliner.
Dalam pelaksanaannya, peserta menerima materi tentang tren makanan kekinian, karakteristik selera konsumen generasi Z, pengembangan ide kreatif, persiapan bahan, hingga penerapan higienitas produksi. Peserta juga dibekali keterampilan membuat sejumlah produk, antara lain Toast and Sourdough Sandwich, Sourdough Soup Pairing, Avocado Sourdough Toast, Tiramisu Cake, dan Fudgy Brownies.
Selain aspek produksi, pelatihan menekankan strategi pemasaran melalui materi plating, packaging, dan branding produk makanan. Peserta juga mempelajari pembuatan konten kreatif serta pemasaran digital untuk meningkatkan daya tarik produk dan memperluas jangkauan konsumen.
Adonikam berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan sebagai kesempatan mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat kesiapan menjadi wirausahawan muda. Ia juga mendorong peserta mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir dengan baik.