Aira Cake & Snack, usaha kuliner rumahan milik Lisnawati di Pekanbaru, Riau, berkembang dari skala kecil hingga memperluas pemasaran ke luar daerah. Dengan mengandalkan kualitas produk, inovasi rasa, serta kepercayaan pelanggan, usaha ini bahkan disebut telah mengirimkan produk ke Kalimantan melalui transportasi udara.
Perjalanan Lisnawati membangun Aira Cake & Snack disampaikan dalam program UMKM Bicara RRI Pekanbaru belum lama ini. Ia menuturkan, usaha tersebut mulai dirintis sekitar tiga tahun lalu saat kue mochi tengah populer di masyarakat. Berangkat dari ide sederhana dan modal terbatas, ia memulai pemasaran secara bertahap, termasuk membuka gerai dan memperkenalkan produk melalui anaknya yang membawa dagangan setiap pagi.
Seiring waktu, Aira Cake & Snack memperluas variasi produk. Selain mochi, Lisnawati memproduksi aneka camilan kering dan pastry, dengan produk andalan seperti Bolen Aira dan strudel. Di sisi lain, ia juga melengkapi legalitas usaha sebagai bagian dari upaya membangun bisnis yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat, Lisnawati menempatkan kualitas sebagai kunci mempertahankan kepercayaan pelanggan. Proses pembuatan pastry beserta isiannya dilakukan secara rumahan (homemade). Pemilihan bahan baku juga menjadi perhatian, termasuk penggunaan pisang raja asli untuk menjaga cita rasa.
Inovasi turut dilakukan dengan menghadirkan varian rendah gula bagi konsumen yang perlu membatasi asupan gula, termasuk penderita diabetes. Meski demikian, konsumen tetap diingatkan untuk memperhatikan kandungan gula dan informasi gizi sesuai kebutuhan masing-masing.
Dari sisi daya tahan, produk Aira Cake & Snack disebut dapat bertahan hingga empat hari tanpa bahan pengawet, dengan catatan bergantung pada jenis produk dan cara penyimpanan. Menurut Lisnawati, upaya tersebut dilakukan untuk menghadirkan pilihan camilan yang beragam tanpa mengesampingkan mutu dan rasa.
Dalam proses pengembangan usaha, tantangan juga muncul, salah satunya fluktuasi harga bahan baku yang dapat terjadi dalam waktu singkat. Kenaikan harga cokelat, misalnya, turut memengaruhi biaya produksi. Namun, Lisnawati memilih mempertahankan kualitas bahan agar konsumen tetap menerima produk dengan standar yang sama.
Konsistensi menjaga kualitas dinilai ikut membuka peluang pasar yang lebih luas. Jika sebelumnya pemasaran berfokus di Pekanbaru, pesanan juga datang dari sejumlah daerah lain, termasuk Ukui. Perluasan ini disebut menjadi bukti bahwa usaha rumahan dapat menjangkau konsumen lintas daerah ketika mampu menjaga kualitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dalam operasional sehari-hari, Lisnawati mendapat dukungan suami. Saat pesanan meningkat, ia juga memanfaatkan tenaga kerja tambahan secara fleksibel untuk membantu produksi, sehingga pemenuhan pesanan dapat menyesuaikan kebutuhan pasar.
Bagi Lisnawati, membangun usaha tidak hanya soal meningkatkan penjualan, tetapi juga kesediaan untuk terus belajar, mengevaluasi, dan memperbaiki kekurangan. Ia memilih fokus pada pengembangan usahanya sendiri tanpa membandingkan pencapaian dengan bisnis lain. Melalui Aira Cake & Snack, ia berharap dapat terus menghadirkan produk berkualitas, memperluas pemasaran, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan yang telah dibangun sejak awal.