Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendorong pelajar untuk lebih aktif bergerak dan menerapkan pola makan bergizi seimbang. Imbauan ini disampaikan setelah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menemukan sejumlah pelajar mengalami masalah status gizi.
Kepala Dinkesda Kabupaten Blora, Edi Widayat, mengatakan capaian pelaksanaan CKG bagi pelajar di Kabupaten Blora telah mencapai 43,2 persen. Dari hasil pemeriksaan, status gizi pelajar terbagi dalam beberapa kelompok, yakni gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, gizi lebih, dan obesitas.
Berdasarkan data pemeriksaan, tercatat 10 pelajar mengalami gizi buruk, 352 pelajar gizi kurang, 6.187 pelajar gizi baik, 277 pelajar gizi lebih, serta 163 pelajar mengalami obesitas.
Edi menyebut persentase pelajar yang teridentifikasi mengalami obesitas masih tergolong rendah. Meski demikian, kondisi tersebut tetap perlu mendapat perhatian.
Ia menjelaskan, masalah status gizi pada pelajar dapat dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya asupan gizi yang tidak mencukupi. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan nafsu makan serta ketidakseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik.
Menurut Edi, pelajar yang teridentifikasi memiliki masalah gizi akan mendapatkan tindak lanjut berupa arahan mengenai aktivitas fisik dan penerapan gizi seimbang. Sementara itu, pelajar yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan diarahkan ke puskesmas.
“Kami mendorong pelajar minimal melakukan aktivitas fisik selama 30 menit. Jika aktivitas olahraga di sekolah masih kurang, maka perlu ditambah dengan aktivitas fisik di rumah,” ujarnya.
Edi berharap hasil pemeriksaan CKG dapat menjadi dasar bagi pelajar, orang tua, dan sekolah untuk meningkatkan perhatian terhadap pola hidup sehat, sehingga masalah gizi dapat dicegah sejak dini.