BERITA TERKINI
Dinas Pariwisata Sabang Dorong Kuliner Tradisional Jadi Daya Tarik Wisata

Dinas Pariwisata Sabang Dorong Kuliner Tradisional Jadi Daya Tarik Wisata

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Sabang mendorong penguatan kuliner tradisional sebagai bagian dari daya tarik wisata. Jajanan khas masyarakat dinilai dapat melengkapi pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Sabang, selain menikmati destinasi yang menawarkan sejarah, budaya, dan panorama alam.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan potensi kuliner lokal perlu terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan budaya dan pariwisata. Ia menyebut Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba'u 2026 sebagai salah satu ruang untuk mengenalkan makanan tradisional kepada masyarakat maupun wisatawan.

Menurut Harry, kuliner bukan sekadar pelengkap kegiatan wisata. Produk makanan khas juga memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat yang mengembangkannya. “Jajanan khas daerah bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang dapat kita kenalkan kepada wisatawan,” ujar Harry, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia menilai pengembangan kuliner lokal semakin relevan seiring rencana pengembangan kawasan Benteng Batere A sebagai destinasi wisata baru. Kawasan itu dinilai berpotensi menggabungkan wisata sejarah, panorama, budaya, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Harry mengatakan, wisatawan yang datang ke kawasan tersebut nantinya tidak hanya menikmati pemandangan Teluk Sabang atau mengenal sejarah benteng, tetapi juga dapat mencicipi berbagai makanan tradisional yang disiapkan masyarakat setempat.

Karena itu, ia mendorong agar jajanan khas yang selama ini hadir dalam kegiatan festival dapat dikembangkan menjadi produk yang tersedia secara rutin. Kehadiran kuliner secara berkelanjutan dinilai dapat membuat kawasan wisata lebih hidup dan memberi alasan bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama. “Harapannya jajanan tradisional ini tidak hanya muncul saat festival, tetapi bisa terus dikembangkan dan tersedia di kawasan wisata,” katanya.

Menurut Harry, pengembangan tersebut juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan kelompok masyarakat, termasuk perempuan yang selama ini memiliki keterampilan mengolah makanan tradisional. Ia menilai aktivitas ekonomi dapat tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Ia menambahkan promosi kuliner perlu dilakukan secara konsisten melalui agenda pariwisata maupun kegiatan masyarakat. Pemerintah gampong dan pelaku usaha juga didorong berkolaborasi untuk menjaga kualitas, penyajian, dan keberlanjutan produk lokal.

Harry berharap pengembangan kuliner berbasis potensi lokal dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Dengan demikian, makanan tradisional tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari produk wisata Kota Sabang.

Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba'u 2026 yang berlangsung di kawasan Benteng Batere A disebut menjadi salah satu contoh pemaduan tradisi, kuliner, dan potensi wisata dalam satu kegiatan. Konsep tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat daya tarik destinasi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.