Paris terus menambah pilihan kuliner jalanan. Di berbagai sudut kota, kios hingga restoran berkonsep street food bermunculan dengan ragam menu yang dirancang praktis disantap sambil berjalan—mulai dari sandwich ala Asia, kebab, pizza, burger, hingga hidangan laut.
Tren ini menghadirkan banyak opsi bagi pencinta makanan cepat saji yang tetap mengutamakan rasa dan variasi. Ada yang menawarkan menu klasik seperti croque-monsieur dan ayam goreng, ada pula yang mengusung konsep lebih kekinian seperti smash burger, sushi dalam format baru, hingga ragam makanan siap dibawa pulang.
Sejumlah alamat baru yang disebut menonjol di antaranya Djakarta Bali yang mengangkat kuliner Indonesia, serta Chouchou Paris di area Strasbourg-Saint-Denis yang menonjolkan panggangan di atas api, kebab, dan crêpe berukuran XXL. Di pusat Les Halles, Baobab Kebab menawarkan kebab daging sapi halal serta kreasi crêpe XXL. Sementara Streaters yang berlokasi di rue des Pyrénées (Paris 20e) disebut meraih gelar kebab terbaik di Prancis selama tiga tahun berturut-turut (2024, 2025, 2026), setelah sebelumnya dinobatkan sebagai kebab terbaik di Île-de-France pada 2023.
Untuk yang mencari konsep berbeda, Canard & Champagne di Passage des Panoramas menggabungkan bebek Prancis dengan minuman bergelembung. Ada pula Épices Shira yang setelah lama berjualan daring, membuka toko fisik pertamanya di Paris dan dijadwalkan hadir di Marché Saint-Martin (arrondissement 10) mulai September 2026, dengan format épicerie, pilihan hidangan Mediterania siap dibawa, serta produk-produk dari berbagai negara.
Di kategori burger, Orgasmeat membuka restoran smash burger di Paris 15e dan 17e, sementara Back to Back hadir dekat Gare de l’Est sejak Mei 2026 dengan konsep menu ringkas berisi smash burger dan milkshake bernuansa era 90-an. Di Pigalle, Nomor 10 menawarkan smash burger dengan suasana bertema rock, dan Slak menghadirkan booth kecil terinspirasi penjaja makanan jalanan tahun 70-an yang memadukan dua ikon Turki: burger basah dan tantuni.
Beberapa pembukaan dan konsep musiman juga ikut meramaikan peta street food. Friterie 140° milik Mallory Gabsi dijadwalkan dibuka pada Sabtu, 27 Juni 2026 di kawasan Montorgueil (Paris 2e), dengan catatan 100 pengunjung pertama saat pembukaan akan mendapat kerucut kentang goreng gratis. Di Paris 19e, Boom Boom Villette membuka teras musim panas seluas 400 m² dari 18 April hingga musim gugur 2026, menghadirkan food court, es krim, dan permainan luar ruangan.
Di luar pusat Paris, La Halle de la Varenne dibuka di Saint-Maur-des-Fossés, Val-de-Marne, dengan akhir pekan pembukaan pada 9–10 Mei 2026. Sementara La Halle Biltoki memperluas konsepnya ke Rueil-Malmaison setelah sebelumnya hadir di Issy-les-Moulineaux.
Untuk pilihan ayam, Chiv’s Koy di rue Véronèse (Paris 13e) memperkenalkan tempat yang lebih luas untuk menikmati ayam panggang atau ayam goreng rumahan. Nakatsu di Paris 18e mengkhususkan diri pada karaage, ayam goreng Jepang, yang disajikan dalam bentuk burger atau donburi.
Pilihan kuliner Asia lainnya juga bertambah. Onigami di Paris 10e, yang buka sejak Juli 2025, disebut sebagai restoran Paris pertama yang sepenuhnya didedikasikan untuk onigirazus, versi sandwich Jepang. Sōma Sando—sebuah kissaten dekat Jardin du Luxembourg (Paris 6e)—menawarkan sando dengan isian melimpah. Di kawasan Centre Pompidou, C’Roll Sushi menarik perhatian dengan konsep sushi “Push-Pop” yang ramai diperbincangkan di TikTok dan disebut terinspirasi tren di New York.
Di kategori masakan Cina, Hutong Paris beralamat di 147 boulevard Saint-Michel (75005) menonjolkan guoties dan xiao long bao. Hong Bao hadir di Westfield 4 Temps de La Défense dengan nuansa Shanghai dan menyajikan mi Biang Biang buatan sendiri, bao, serta ravioli kukus. Ada pula Raviolis Nord Est yang sejak 2009 memperkenalkan tradisi kuliner dari timur laut Tiongkok melalui pangsit buatan tangan dan memiliki lima lokasi di Paris.
Untuk yang ingin mencicipi menu dari kawasan lain, Gamra membuka cabang di arrondissement 17 dengan sajian Maroko seperti tajine, couscous, roti lembut, dan kue-kue khas, serta menu Ftour selama Ramadan. Moulin Créole di Paris 14e menawarkan masakan Antilles dan Réunion, buka setiap hari dengan layanan berkelanjutan dari pagi hingga malam. Cubana Café menghadirkan suasana Kuba dengan jam operasional hingga dini hari serta pengantar salsa setiap Selasa.
Di sektor camilan, Waff Cachée mengusung konsep wafel isi asin dan manis dengan tambahan es krim buatan sendiri. Di Marais, Pezzopane menghadirkan panino dengan resep Neapolitan dan bahan 100% Italia. Di Marché Saint-Martin, Pas Cher menawarkan konsep sederhana: burger buatan sendiri dengan harga terjangkau. Sementara Ayadi Gourmet di Paris 5e mengkhususkan diri pada Fatteh Suriah dalam format gerai mini untuk dibawa pulang, sekaligus menyatakan komitmen membantu mereka yang kurang mampu.
Bagi pencinta suasana terbuka, Han Rooftop di Musée Guimet kembali digelar sebagai teras Korea musiman pada 15 Mei hingga 12 September 2026 di puncak museum seni Asia (arrondissement 16), menawarkan pemandangan Menara Eiffel, hidangan Korea, dan program budaya sepanjang musim panas.
Dengan ragam konsep—dari gerai kecil hingga food court dan teras musiman—pilihan street food di Paris kian luas, memberi alternatif bagi warga maupun wisatawan yang ingin makan cepat tanpa mengorbankan variasi rasa.