BERITA TERKINI
Daya Beli Melemah, Pengusaha Kuliner di Balikpapan Keluhkan Omzet Turun Drastis

Daya Beli Melemah, Pengusaha Kuliner di Balikpapan Keluhkan Omzet Turun Drastis

Pelaku usaha kuliner di Balikpapan mulai merasakan dampak kondisi ekonomi yang dinilai mempengaruhi daya beli konsumen. Sejumlah pengusaha mengeluhkan penurunan omzet yang terjadi cukup drastis dibanding periode sebelumnya.

Owner Sop Kambing Bang Toyyib Balikpapan Permai, Haji Ma’ruf, mengatakan situasi saat ini sulit diprediksi, terutama bagi pelaku usaha dagang. Ia menyebut usahanya masih berjalan, namun pendapatan yang diperoleh jauh menurun dari harapan.

“Ya, masih hidup lah. Tapi kan jauh dari harapan,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Menurut Haji Ma’ruf, penurunan terlihat jelas dari penjualan harian. Jika sebelumnya mampu menjual hingga empat ekor kambing per hari, kini satu ekor pun sulit dihabiskan. Kondisi itu juga terjadi saat Ramadan, yang biasanya menjadi momentum peningkatan penjualan.

Penurunan turut terjadi pada produksi sate kambing. Dari sebelumnya mencapai 1.000 hingga 1.500 tusuk per hari dan habis terjual, kini produksi diturunkan menjadi sekitar 600 tusuk. Meski begitu, masih ada ratusan tusuk yang tersisa dan tidak terjual.

Di tengah penurunan penjualan, ia mengaku tetap mempertahankan 10 karyawan yang bekerja di usahanya. Menurutnya, langkah itu diambil demi keberlangsungan hidup para pekerja.

Haji Ma’ruf juga menghadapi kenaikan harga bahan baku. Ia menyebut harga kambing naik sekitar 30 persen, dari Rp100 ribu menjadi Rp130 ribu per kilogram.

Meski biaya meningkat, ia menyatakan belum menaikkan harga jual sejak membuka usaha pada 2020. Saat ini, harga sate kambing di tempatnya masih sekitar Rp77 ribu per porsi. Ia membandingkan, di tempat lain harga sate kambing sudah berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per porsi.

Penurunan kinerja usaha, lanjutnya, juga tercermin dari omzet tahunan. Jika pada 2024 omzet hampir menyentuh Rp10 miliar, kini ia memperkirakan omzet setahun belum mencapai Rp2 miliar.