Lagu kini tidak hanya didengarkan, tetapi juga menjadi bagian dari tren di media sosial. Sejumlah lagu dari berbagai genre kerap viral di Instagram dan TikTok, baik sebagai backsound unggahan maupun pemicu tren tertentu. Salah satu contoh yang sempat ramai adalah tren “nonchalant”, yang ikut mengangkat kembali beberapa lagu lama.
Berikut daftar 18 lagu yang belakangan banyak digunakan pengguna sebagai backsound konten di Instagram dan TikTok, lengkap dengan gambaran tema dan tren yang mengiringinya.
1. “SPONTAN (tanpa) UHUY” – Deadbil
Dirilis pada 2025, lagu ini hadir dengan nuansa ceria, lirik sederhana, dan kemasan yang jenaka. Potongan lirik seperti “bukan sulap bukan sihir / gak disangka ku ada yang naksir” kerap muncul dalam konten percintaan yang ringan dan lucu.
2. “From The Start” – Laufey
Rilis 2023 ini bercerita tentang jatuh cinta pada sahabat sendiri namun bertepuk sebelah tangan. Di media sosial, lagu ini banyak dipakai sebagai pengiring konten transformasi penampilan atau tren glow up.
3. “Disarankan di Bandung” – Dongker & Jason Ranti
Lagu bertema pelarian dari penatnya hidup dengan Bandung sebagai tempat ideal, dibalut lirik satir ringan dan musik santai. Di Instagram dan TikTok, lagu ini digunakan untuk berbagai konten, termasuk unggahan yang menyoroti kondisi dan dinamika sosial.
4. “The Fate of Ophelia” – Taylor Swift
Dirilis pada 2025, lagu ini mengisahkan proses menyelamatkan diri dari kehancuran emosional dan menemukan kembali jati diri. Di media sosial, lagu ini sering dipakai untuk kompilasi travelling, dengan visual yang disesuaikan dengan lirik seperti “land”, “sea”, dan “sky”.
5. “AEAO” – Dynamic Duo, DJ Premier
Meski dirilis pada 2015, lagu ini kembali ramai karena tren nonchalant. AEAO kerap menjadi backsound konten parodi yang menampilkan aksi melindungi orang lain dengan gaya keren, tenang, dan cuek.
6. “I Thought I Saw Your Face Today” – She & Him
Lagu rilisan 2008 ini viral pada 2026 berkat musik easy listening dan lirik tentang rasa cinta yang belum sepenuhnya pudar. Lagu ini banyak dipakai untuk konten reflektif dan nostalgia. Lagu tersebut dinyanyikan Zooey Deschanel, pemeran Summer dalam film 500 Days of Summer.
7. “Kota ini tak sama tanpamu” – Nadhif Basalamah
Mengangkat tema rindu dan kekosongan setelah ditinggalkan orang tersayang. Lagu ini kerap menjadi backsound konten galau dan reflektif di Instagram dan TikTok.
8. “EEEE A” – Dia
Lagu easy listening dengan lirik dan nada yang mudah diingat. Meski judulnya terdengar absurd, pesannya mengajak pendengar untuk santai dan menjauhi masalah. Sering digunakan untuk konten dance dan lipsync.
9. “Lihat Kebunku (Taman Bunga)” – Aku Jeje
Dirilis pada 2025, lagu ini memadukan nostalgia masa kecil dengan makna kedewasaan, kehilangan, dan keikhlasan. Di media sosial, lagu ini kerap dipakai untuk tren “Talk to Who” yang menggambarkan sedih, bingung, atau momen lucu dengan ekspresi “tapi mau ngomong sama siapa?”.
10. “Kita Usahakan Rumah Itu” – Sal Priadi
Rilis 2022 ini bercerita tentang visi membangun rumah tangga sederhana dan harmonis, dengan rumah sebagai simbol kebersamaan dan impian. Lagu ini sering mengiringi konten perjalanan meraih mimpi, termasuk cerita beasiswa dan proses menuju tujuan hidup.
11. Phonk
Phonk bukan judul lagu, melainkan genre musik yang populer di kalangan anak muda. Karakteristiknya lo-fi, beat lambat, dan tema gelap. Di media sosial, phonk banyak digunakan untuk konten workout atau gym karena ritmenya membangun suasana intens.
12. “Orang Baru Lebe Gacor” – Ecko Show, Juan Reza, Chesylino
Kolaborasi musisi Indonesia Timur dengan nuansa energik dan jenaka. Bagian lirik seperti “Da da da da sayonara” hingga “Skakmat selesai main catur” kerap dipakai sebagai backsound video dance yang ramai di Instagram dan TikTok.
13. “Everything U Are” – Hindia
Dirilis pada 2025, lagu ini mengangkat tema cinta tanpa syarat, penerimaan diri, dan menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Di media sosial, lagu ini sering digunakan untuk konten perjuangan anak muda, proses merintis dari nol, hingga dokumentasi perjalanan seperti mendaki gunung.
14. “Not Cute Anymore” – Illit
Lagu asal Korea Selatan ini viral lewat tren konten seseorang berlari di tempat dengan penuh semangat, namun terlihat tertahan karena rambut atau tudung hoodie ditahan oleh orang yang merekam. Tren ini ramai ditiru dan diparodikan.
15. “Untukku” – Chrisye
Lagu cinta klasik rilisan 1997 yang masih populer dan easy listening. Di TikTok dan Instagram, lagu ini kerap digunakan untuk konten reflektif seperti “POV: punya rumah di Palembang after rain” atau unggahan bernuansa perenungan serupa.
16. “The Winner Takes It All” – ABBA
Lagu dari ABBA ini mengangkat tema kekalahan dan kehilangan dalam hubungan, yang juga kerap dimaknai lebih luas sebagai refleksi perjuangan. Lagu ini sering dipakai untuk menggambarkan proses berjuang yang belum membuahkan hasil maupun yang berakhir dengan keberhasilan.
17. “Tabola Bale” – Silet Open Up dkk.
Viral karena penggunaan bahasa daerah dan unsur budaya lokal, dengan irama meriah yang mudah dikenali. Potongan liriknya banyak dipakai untuk konten dance viral di TikTok dan Instagram.
18. “Multo” – Cup of Joe
Lagu dari Filipina ini menggunakan kata “multo” yang berarti “hantu” dalam bahasa Tagalog. Temanya tentang kenangan masa lalu yang terus menghantui, dan menjadi tren karena melodi pop-rock yang mudah dinikmati. Lagu ini sering dipakai untuk konten galau.
Itulah deretan 18 lagu yang belakangan ramai dipakai sebagai backsound Instagram dan TikTok, baik dari musisi dalam negeri maupun mancanegara.

