Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Da Nang menggelar program pengumuman sekaligus ajakan bagi wisatawan untuk merasakan “100 Tempat Wisata Terbaik Da Nang” tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada 23 Oktober di dua lokasi, yakni desa kuno Loc Yen (komune Thanh Binh) dan Bendungan Bai Say - Song (kelurahan Ban Thach).
Program ini ditujukan untuk menghadirkan pendekatan baru dalam promosi pariwisata. Tidak hanya menonjolkan tengara populer, Da Nang juga ingin menampilkan pengalaman yang terkait dengan budaya, kuliner, alam, serta kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Acara tersebut dihadiri lebih dari 30 tamu, termasuk perwakilan pers, agensi media, dan pembuat konten. Di desa kuno Loc Yen, para peserta diperkenalkan pada arsitektur rumah-rumah tua, jalan setapak berbatu, kerajinan tradisional, dan kuliner lokal. Sejumlah aktivitas dirancang agar peserta dapat merasakan nilai budaya secara langsung, seperti lokakarya membuat produk dari daun palem, mempelajari kerajinan tradisional, mencicipi makanan setempat, hingga mendengarkan cerita warga.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Bendungan Bai Say - Song. Lanskap sungai dan ekosistem alami di kawasan ini menjadi latar pengalaman wisata dan pengamatan alam, sekaligus menyoroti potensi pengembangan ekowisata yang dikaitkan dengan upaya konservasi lanskap.
Penyusunan rute yang menghubungkan Loc Yen dan Bai Say - Song disebut mencerminkan arah program yang melampaui pengenalan destinasi tunggal. Melalui konsep perjalanan tematik yang menggabungkan nilai budaya, sejarah, dan alam, Da Nang berharap wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk menjelajah dan tinggal lebih lama.
Program “100 Tempat Wisata Terbaik Da Nang” diluncurkan pada April 2026 dan menghimpun lebih dari 1.500 usulan dari warga, wisatawan, pelaku usaha, serta masyarakat yang mencintai kota tersebut. Setelah dikompilasi dan ditinjau, 477 usulan yang dinilai valid masuk tahap pemungutan suara. Tahap ini diikuti lebih dari 42.000 peserta dan menjadi dasar penetapan daftar 100 tempat wisata terbaik Da Nang pada 2026.
Penyelenggara menekankan bahwa daftar tersebut disusun dari saran dan pengalaman komunitas. Selain lokasi yang sudah dikenal luas, pengalaman sederhana—seperti menikmati hidangan lokal, mempelajari kerajinan tradisional, menyaksikan matahari terbit di laut, mengunjungi pelabuhan nelayan, atau naik perahu—juga dipandang dapat menjadi momen berkesan bagi wisatawan.
Daftar 100 teratas dibagi ke dalam enam kelompok tematik: Identitas, Rasa, Keaslian, Ketenangan, Momen, dan Kehidupan. Masing-masing kelompok menawarkan sudut pandang berbeda tentang pariwisata Da Nang, yang memadukan unsur budaya, alam, kuliner, dan masyarakat.
Dalam kelompok “Touching Identity”, wisatawan dapat menjelajahi situs warisan budaya seperti Museum Patung Cham, kota kuno Hoi An, dan kompleks kuil My Son, serta sejumlah desa kerajinan tradisional, antara lain desa tembikar Thanh Ha, desa pertukangan kayu Kim Bong, desa sayur Tra Que, desa saus ikan Nam O, dan desa Co Tu. Destinasi ini menawarkan ruang untuk memahami sejarah, adat, kerajinan tangan, serta keberlanjutan nilai warisan dalam kehidupan masa kini.
Kelompok “Touching the Taste” menyoroti perjalanan kuliner melalui hidangan khas seperti mi Quang, sup mi bakso ikan, lumpia babi, salad ikan Nam O, mi Cao Lau, bakpao kukus, dan berbagai makanan lokal lainnya. Kuliner tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai cita rasa, melainkan juga sebagai cerminan bahan lokal, gaya hidup, dan keterampilan memasak masyarakat.
Sementara itu, “Menyentuh Alam yang Murni” mengajak wisatawan mendekat ke lanskap alam, dari Semenanjung Son Tra, pantai batu berlumut Nam O, Pulau Cham, hingga Bendungan Bai Say - Song, Danau Phu Ninh, Puncak Que, dan kawasan hutan pegunungan di bagian barat. Keragaman laut, pulau, sungai, dan pegunungan dinilai membuka peluang pengembangan wisata eksplorasi, relaksasi, dan ekowisata, sekaligus menuntut perhatian pada pelestarian sumber daya alam.
Kelompok “Touching Serenity” berfokus pada pengalaman relaksasi, seperti yoga di pantai My Khe, menikmati teh di puncak gunung Ban Co, perjalanan perahu di sungai Thu Bon, atau bersepeda melintasi desa sayuran Tra Que. Ragam aktivitas ini ditujukan untuk memperluas pilihan wisata bagi mereka yang mencari ketenangan dan keseimbangan.
Dalam “Touching the Moment”, daya tarik Da Nang ditampilkan melalui momen-momen yang dianggap emosional dan ikonik, seperti Jembatan Naga yang menyala di malam hari, kembang api saat festival, kota tua Hoi An dengan lampion, momen “menyentuh awan” di Jembatan Emas, serta matahari terbit di atas laut. Festival, acara, dan aktivitas luar ruang disebut ikut menjaga dinamika destinasi.
Kelompok “Touching Life” membawa wisatawan ke ritme keseharian warga, mulai dari pelabuhan perikanan Tho Quang, kegiatan menjaring ikan bersama nelayan Man Thai, hingga menyusuri Pasar Con dan Pasar Han, atau mempelajari kegiatan budaya di rumah Gươl milik masyarakat Co Tu. Melalui kisah mata pencaharian dan interaksi dengan warga, pengunjung diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang wilayah yang dikunjungi.
Penyelenggara menegaskan daftar ini tidak dimaksudkan untuk memberi peringkat atau membandingkan destinasi. “100 Titik Sentuh Terbaik Da Nang” diposisikan sebagai rekomendasi untuk menjelajahi kota melalui beragam cara, dengan tiap titik memiliki cerita yang memperkaya pilihan pengalaman.
Dalam rangkaian program, disebutkan pula bahwa pemungutan suara resmi untuk “100 Tempat Kontak Terbaik di Da Nang” dibuka pada 20 Agustus hingga 10 September, setelah fase pengajuan usulan dari masyarakat. Tahap ini memberi kesempatan bagi warga, wisatawan, dan pihak yang mencintai Da Nang untuk memilih pengalaman yang dinilai layak dibagikan.
Ke depan, daftar 100 teratas tersebut akan digunakan sebagai sumber daya untuk promosi dan pengembangan produk pariwisata. Titik-titik yang terpilih dapat dirangkai menjadi perjalanan tematik, misalnya jelajah warisan dan kerajinan tradisional, wisata kuliner Quang Nam, penelusuran alam, atau pengalaman berbasis komunitas. Penghubung antara kawasan perkotaan, pesisir, warisan budaya, pedesaan, dan pegunungan juga dinilai membuka ruang bagi produk wisata yang lebih beragam.
Kegiatan pada 23 Oktober juga dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi pers, media, dan pembuat konten untuk mendokumentasikan langsung kisah di destinasi. Konten yang dihasilkan dari perjalanan ini diharapkan membantu mendekatkan lokasi-lokasi tersebut kepada wisatawan sekaligus mendorong eksplorasi dan pelestarian nilai lokal.
Dengan pesan “Da Nang - Menyentuh Esensi,” program ini diarahkan untuk menginspirasi perjalanan yang melampaui kunjungan wisata biasa. Mulai dari hidangan, rumah tradisional, lanskap tepi sungai, hingga momen di pegunungan dan hutan, setiap pengalaman diproyeksikan menjadi kenangan yang memperkuat daya tarik Da Nang pada masa mendatang.