Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Da Nang menggelar pelatihan teknik pengolahan dan penyajian hidangan mi panas dalam bufet sarapan bagi pelaku usaha akomodasi dan layanan makanan. Kegiatan berlangsung pada sore 22 Oktober di Sekolah Tinggi Pariwisata Da Nang.
Pelatihan dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Da Nang, Sekolah Tinggi Pariwisata Da Nang, para ahli kuliner, serta kepala dan staf departemen dapur dari tempat penginapan wisata dan bisnis jasa makanan di kota tersebut. Program ini ditujukan untuk memperbarui pengetahuan, berbagi pengalaman, dan meningkatkan keterampilan menyiapkan serta menyajikan hidangan mi dan pho dalam menu prasmanan sarapan di hotel dan resor.
Menurut Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Da Nang, pada sembilan bulan pertama 2026, akomodasi wisata di kota itu diperkirakan telah melayani sekitar 15,8 juta pengunjung, naik sekitar 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, hampir 7,7 juta merupakan wisatawan internasional dan lebih dari 8,1 juta wisatawan domestik.
Dalam periode yang sama, total pendapatan dari akomodasi, makanan dan minuman, serta layanan wisata diperkirakan melampaui 56.900 miliar VND, meningkat sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini dinilai mencerminkan pertumbuhan positif pariwisata Da Nang, sekaligus menuntut peningkatan kualitas layanan dan pengalaman bagi pengunjung.
Penyelenggara menilai kuliner memiliki peran penting dalam pariwisata, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga menjadi cara wisatawan mengenal budaya dan identitas destinasi. Sarapan di hotel disebut sebagai salah satu pengalaman yang dapat membentuk kesan terhadap kualitas layanan dan keramahan.
Dengan ketersediaan bahan dan produk lokal yang beragam serta identitas kuliner Vietnam Tengah, Quang Nam dan Da Nang dipandang memiliki keunggulan untuk mengembangkan hidangan lokal sebagai bagian dari menu prasmanan sarapan. Pemanfaatan potensi ini dinilai dapat memperkaya pilihan bagi wisatawan sekaligus membangun ciri khas layanan akomodasi.
Selama pelatihan, para ahli kuliner membahas tren penggunaan hidangan mi panas dalam prasmanan sarapan, kebutuhan dan selera wisatawan, serta cara memilih, menyiapkan, mengawetkan bahan, dan menggunakan bumbu yang tepat. Peserta juga mempelajari penataan stan mi panas, pengaturan bahan, peralatan, perlengkapan, serta area pengolahan dan penyajian agar nyaman, menarik, dan efisien.
Materi lain mencakup teknik menyiapkan kaldu, sup, dan bahan utama sejumlah hidangan mi panas khas, serta pengendalian mutu makanan, waktu penyajian, suhu penyimpanan, dan pemenuhan standar kebersihan serta keamanan pangan. Pelatihan menghadirkan bimbingan dan berbagi pengalaman dari Doan Van Tuan (Executive Chef Furama-Ariyana Da Nang Resort), Vu Ngoc Quyen (Executive Chef NALOD National Assembly Guest House Da Nang), dan Ngo Ngoc Khoi (Head Chef Ngon Restaurant), serta Pho Da dan Pham Thi Thanh selaku Wakil Kepala Departemen Manajemen Hotel dan Restoran di Sekolah Tinggi Pariwisata Da Nang.
Melalui demonstrasi memasak dan praktik langsung, peserta mempelajari proses meracik bahan dan rempah, hingga penyelesaian dan penyajian hidangan untuk kebutuhan prasmanan sarapan.
Perwakilan Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Da Nang menekankan bahwa peningkatan kualitas kuliner di tempat penginapan tidak hanya bergantung pada teknik memasak, tetapi juga pada pemilihan bahan segar berkualitas dengan asal yang jelas serta jaminan keamanan pangan. Proses penerimaan, penyimpanan, pengolahan awal, pemasakan, dan penyajian disebut perlu dikontrol secara ketat.
Tempat penginapan juga didorong memprioritaskan penggunaan produk lokal yang sesuai dan menetapkan standar untuk setiap hidangan guna menjaga konsistensi rasa, porsi, tampilan, dan kualitas layanan. Inovasi menu dinilai perlu menjawab kebutuhan wisatawan yang beragam tanpa menghilangkan identitas kuliner. Hidangan seperti pho ayam atau cao lau Hoi An disebut dapat meningkatkan pengalaman tamu sekaligus memperkenalkan budaya kuliner dan citra pariwisata Da Nang apabila disiapkan dengan tepat dan konsisten.
Melalui program ini, dinas meminta pelaku usaha akomodasi menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dibagikan untuk meningkatkan kualitas prasmanan sarapan, memperkaya menu dengan masakan lokal, serta memperkuat pengendalian keamanan pangan. Tim koki dan staf layanan juga didorong terus belajar, bertukar pengalaman, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat profesionalisme dalam setiap tahapan persiapan dan penyajian.
Ke depan, Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Da Nang menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, unit, asosiasi, dan komunitas bisnis untuk meningkatkan kualitas layanan akomodasi, mempromosikan nilai kuliner lokal, serta mendukung upaya menjadikan Da Nang sebagai destinasi yang menarik, ramah, profesional, dan kaya budaya.