BERITA TERKINI
Bupati Malinau Cicipi Kuliner Lokal di Festival Irau, dari Sirup Kecombrang hingga Jus Bambangan

Bupati Malinau Cicipi Kuliner Lokal di Festival Irau, dari Sirup Kecombrang hingga Jus Bambangan

Bupati Malinau Wempi W. Mawa bersama istri dan Wakil Bupati Malinau Jakaria mencicipi aneka kuliner tradisional dalam lomba masak berbahan baku lokal yang digelar pada Festival Irau Malinau ke-12 sekaligus peringatan HUT Kabupaten Malinau ke-27.

Kegiatan tersebut berlangsung di Padan Liu Burung (PLN), Kabupaten Malinau. Sebanyak 15 kecamatan turut ambil bagian dengan menampilkan beragam makanan dan minuman khas daerah.

Salah satu sajian yang menarik perhatian datang dari TP PKK Kecamatan Malinau Selatan Hulu. Mereka menyuguhkan Ungei Kela atau sirup kecombrang, Ungei Bua Pangin atau jus buah bambangan, serta Kun Perde yang dikenal sebagai nasi lembek.

Aneka sajian itu menampilkan kekayaan bahan pangan lokal yang diolah menjadi hidangan tradisional dengan cita rasa khas Malinau. Bupati Wempi bersama istri dan Wakil Bupati Jakaria turut mencicipi makanan dan minuman yang disajikan para peserta.

Wempi mengatakan lomba masak berbahan baku lokal digelar untuk menunjukkan keragaman pangan dan kuliner tradisional yang dimiliki Kabupaten Malinau. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.

Ia menilai pemanfaatan bahan baku lokal tidak hanya berkaitan dengan pelestarian tradisi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kuliner bernilai ekonomi bagi masyarakat. Wempi berharap setiap kecamatan terus menggali potensi bahan baku lokal, lalu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang pengembangan UMKM.

Keikutsertaan 15 kecamatan dalam kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan kuliner serta menunjukkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di wilayah masing-masing. Sajian seperti kecombrang, buah bambangan, dan Kun Perde turut diperkenalkan kepada pengunjung sebagai bagian dari kuliner tradisional setempat.

Melalui lomba masak ini, Festival Irau Malinau disebut tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya dan hari jadi kabupaten, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan potensi pangan lokal, menjaga tradisi kuliner, serta mendorong kreativitas masyarakat.