BERITA TERKINI
Bunda Asyalih Kembangkan Usaha Kuliner Rumahan Lewat Pesanan Nasi Kuning dan Menu Sesuai Permintaan

Bunda Asyalih Kembangkan Usaha Kuliner Rumahan Lewat Pesanan Nasi Kuning dan Menu Sesuai Permintaan

PEKANBARU — Deslina Susanti mengembangkan usaha kuliner rumahan bernama Bunda Asyalih dengan mengandalkan pesanan pelanggan. Usaha ini menawarkan nasi kuning sebagai menu andalan, sekaligus menerima permintaan beragam masakan sesuai kebutuhan pemesan di tengah keterbatasan modal dan tenaga kerja.

Deslina menceritakan perjalanan usahanya dalam dialog program Teras UMKM di Pro 4 RRI Pekanbaru. Ia menjelaskan, Bunda Asyalih saat ini masih menerapkan sistem pre-order dan belum membuka kedai maupun menyediakan layanan sarapan setiap hari.

Selain nasi kuning, Bunda Asyalih juga melayani pesanan sambal rumahan serta aneka menu, seperti ayam geprek, rendang, dan ayam kecap. Pesanan datang dari pelanggan di lingkungan sekitar, termasuk untuk kebutuhan konsumsi rapat dan pertemuan kantor.

Untuk harga, nasi kuning dibanderol sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per porsi, bergantung pada jenis kemasan dan lauk yang dipilih. Deslina juga menerima pesanan untuk kegiatan Jumat Berkah dengan menyesuaikan menu dan anggaran pemesan. “Salah satu menu ekonomis yang dapat disiapkan untuk kegiatan tersebut adalah mi goreng dengan telur,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Meski demikian, menjalankan usaha kuliner rumahan disebutnya tidak lepas dari tantangan. Deslina mengaku masih terkendala tenaga kerja dan modal, sehingga sebagian besar proses memasak hingga menyiapkan pesanan dikerjakan sendiri.

Saat menerima pesanan dalam jumlah besar, ia terkadang meminta bantuan teman agar pesanan dapat diselesaikan tepat waktu. Di sisi lain, kenaikan harga bahan pokok turut menjadi tantangan dalam menjaga harga jual tetap terjangkau, sehingga ia perlu menyesuaikan pengelolaan bahan dan porsi agar usaha tetap berjalan.

Untuk mendukung pengembangan usaha, Deslina bergabung dengan Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB). Melalui forum tersebut, ia berkesempatan mengikuti pelatihan, berbagi pengalaman dengan sesama pelaku UMKM, serta memperoleh informasi terkait bazar dan pengurusan legalitas usaha.

Ia juga telah mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal sebagai bagian dari persiapan agar Bunda Asyalih dapat berkembang lebih baik. Sementara itu, promosi masih dilakukan secara sederhana melalui status WhatsApp dan rekomendasi pelanggan dari mulut ke mulut.

Ke depan, Deslina berharap dapat meningkatkan kemampuan pemasaran dan memanfaatkan media sosial secara lebih luas agar Bunda Asyalih semakin dikenal dan menjangkau lebih banyak pelanggan.