BERITA TERKINI
Bimtek Kuliner di Sidoarjo Dorong UMKM Kembangkan Inovasi Berbasis Potensi Lokal

Bimtek Kuliner di Sidoarjo Dorong UMKM Kembangkan Inovasi Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah terus mendorong peningkatan daya saing UMKM di Sidoarjo melalui program bimbingan teknis (bimtek) kuliner berbasis potensi daerah. Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Komisi VII DPR RI itu diikuti 70 wirausahawan dan didampingi Chef Kohar untuk mengasah kreativitas serta keterampilan pengembangan produk.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta para peserta tidak ragu mempraktikkan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan. Ia berharap materi dan pendampingan yang diberikan dapat langsung berdampak pada peningkatan kinerja usaha.

“Yang kita harapkan dengan bimbingan tutor, pengalaman Chef Kohar, peserta bimtek ini bisa menyerap semua dan mengaplikasikan di usahanya,” ujar BHS.

Selain penguatan keterampilan, BHS juga menekankan pentingnya fondasi bisnis, mulai dari kelengkapan perizinan, perbaikan manajemen, hingga pemanfaatan pembiayaan usaha. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih ramah bagi pelaku usaha kecil.

Dalam kesempatan itu, BHS menyoroti potensi ikan bandeng yang diolah menjadi burger sebagai contoh inovasi menu berbasis budaya lokal. Menurutnya, pengemasan produk yang lebih modern dapat membantu UMKM menjangkau konsumen milenial dan Gen Z.

“UMKM ini diharapkan bisa naik kelas dengan adanya menu-menu baru yang basisnya budaya lokal. Di Sidoarjo ini ada bandeng, dan ini agak dimodernkan sedikit. Burger bandeng ini ternyata kesukaan anak-anak muda,” jelas BHS.

Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Amir Hamzah menyampaikan bahwa kuliner menguasai sekitar 65 persen peta potensi kreatif Sidoarjo. Ia menilai kolaborasi antara teknologi dan kreasi para chef menjadi kunci agar makanan tradisional dapat diterima lebih luas.

“Dengan mengkreasikan teknologi dan inovasi kreatif dari para chef, bisa menjadikan makanan yang kekinian dan diterima oleh anak muda,” tutur Amir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo Rudi Setiawan menilai program tersebut efektif meningkatkan nilai jual komoditas yang selama ini dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menyebut sentuhan inovasi dapat membantu mendorong nilai ekonomi, terutama bagi keluarga.

“Bandeng yang setiap hari ada di kita, dengan kombinasi inovasi menjadi makanan kekinian, bisa mendongkrak nilai ekonomi, terutama ekonomi keluarga,” kata Rudi.