Frutamin Kitchen, usaha kuliner yang dirintis Andi Tenri Panca Rosani, bermula dari aktivitas memasak di rumah setelah ia berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Dari kebiasaan mencoba berbagai olahan makanan untuk mengisi waktu luang, kegiatan tersebut berkembang menjadi usaha yang bertahan sejak 2018 hingga sekarang.
Andi Tenri menuturkan, pada awalnya ia tidak memiliki rencana besar untuk membuka bisnis kuliner. Namun, masakan yang ia buat mendapat respons positif dari teman-teman dekatnya. Dukungan itu mendorongnya untuk mulai menjual hasil olahannya.
“Awalnya iseng-iseng saja, tidak ada kegiatan di rumah. Saya bikin ini, bikin itu. Akhirnya teman-teman dekat mendukung dan mengajak saya berjualan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 23 Oktober 2026.
Dukungan dari lingkungan pertemanannya juga membantu memperkenalkan produk Frutamin Kitchen kepada calon pelanggan. Seiring berjalan, Andi Tenri mulai membangun usahanya secara mandiri, mulai dari menyiapkan makanan, menggoreng, hingga mengelola pesanan.
Pada masa awal, seluruh proses dikerjakan sendiri. Namun, ketika jumlah pelanggan meningkat, Frutamin Kitchen berkembang dan kini mempekerjakan empat karyawan untuk membantu operasional.
Andi Tenri mengaku semakin yakin mempertahankan usahanya ketika pelanggan terus berdatangan dan melakukan pembelian berulang. Kondisi itu membuatnya terdorong untuk terus menjalankan usaha yang awalnya hanya menjadi kegiatan pengisi waktu.
“Saya berpikir, kalau saya tutup, bagaimana pelanggan saya? Alhamdulillah, dari yang awalnya iseng-iseng, usaha ini bisa membawa rezeki,” tuturnya.
Perjalanan Frutamin Kitchen menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh dari kegiatan sederhana. Dukungan lingkungan, ketekunan, serta kemampuan melihat peluang dari aktivitas sehari-hari menjadi faktor yang mengantarkan usaha tersebut bertahan.