PT Bank Mandiri Taspen melalui Kantor Cabang Palu menggelar kegiatan Mantap Cooking Club pada Kamis (29/10/2026) untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kewirausahaan bagi nasabah. Program ini ditujukan terutama untuk membantu nasabah mempersiapkan masa purnabakti yang produktif dan mandiri.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bank Mandiri Taspen Cabang Palu, Jalan Moh. Hatta, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, diikuti sekitar 40 nasabah PT TASPEN (Persero) dan PT ASABRI (Persero) dari Kota Palu serta sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.
Mantap Cooking Club merupakan bagian dari implementasi tiga pilar utama Bank Mandiri Taspen, yakni Mantap Sehat, Mantap Aktif, dan Mantap Wirausaha. Melalui kegiatan ini, nasabah mendapat ruang untuk beraktivitas dan bersosialisasi, sekaligus memperoleh keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Dalam sesi demonstrasi memasak, peserta mendapatkan tutorial pembuatan tiga jenis hidangan, yaitu pisang goreng Thailand, petulo, dan kembang goyang. Peserta juga diajak mengenal proses pengolahan makanan serta mencicipi hasil masakan yang diperagakan.
Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Palu, Arief Samuel Raranta, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada nasabah, sekaligus memperkenalkan peluang usaha yang dapat dikembangkan dari keterampilan sehari-hari.
“Melalui Mantap Cooking Club, kami ingin memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi nasabah. Kegiatan memasak ini tidak hanya menjadi sarana untuk beraktivitas bersama, tetapi juga dapat menjadi langkah awal bagi nasabah yang tertarik mengembangkan usaha kuliner, khususnya dalam mempersiapkan masa pensiun,” ujar Arief.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan kegiatan produktif dan peluang usaha sesuai minat serta kemampuan masing-masing.
Melalui pilar Mantap Wirausaha, Bank Mandiri Taspen mendorong nasabah agar tetap aktif dan produktif serta memiliki kesempatan mengembangkan potensi ekonomi setelah memasuki masa purnabakti, sehingga masa pensiun dapat dijalani sebagai fase yang tetap memberi ruang untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi.