Kopi dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan dan disebut sebagai salah satu sumber antioksidan yang cukup tinggi. Sejumlah penelitian juga menyebut konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.
Ahli diet terdaftar dari Cleveland Clinic Center for Human Nutrition, Beth Czerwony, mengatakan kopi termasuk salah satu “superfood” yang paling sering dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, secara umum terdapat konsensus bahwa dalam jumlah sedang, kopi dapat dianggap sebagai salah satu makanan super yang banyak dikonsumsi.
Czerwony menjelaskan, kopi mengandung polifenol yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Efek ini disebut dapat membantu melindungi dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, artritis, hingga demensia. Selain itu, kopi juga disebut memiliki manfaat bagi kesehatan hati, suasana hati, serta sistem kekebalan tubuh.
Meski demikian, tidak semua jenis kopi memiliki kandungan dan manfaat yang sama. Perbedaan jenis biji kopi, metode penyeduhan, serta tambahan gula atau krimer dapat memengaruhi kandungan nutrisi dalam secangkir kopi.
Salah satu jenis yang dinilai lebih sehat adalah kopi hitam tetes atau drip coffee. Kopi ini dibuat dengan menuangkan air panas secara perlahan ke bubuk kopi yang ditempatkan di dalam saringan di atas teko atau kendi kaca. Metode ini dapat menghasilkan cita rasa yang lebih kuat dan bersih, meski rasa tetap dapat berbeda bergantung pada jenis biji kopi, ukuran gilingan, dan tingkat sangrai.
Sejumlah penelitian menunjukkan kopi tetes cenderung lebih sehat dibanding kopi yang tidak disaring. Alasannya, kopi mengandung diterpen, senyawa alami yang dapat memengaruhi kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan. Proses penyaringan pada kopi tetes dapat menangkap lebih banyak kandungan diterpen, sehingga kadarnya dalam kopi menjadi lebih rendah.

