Ahli Gizi Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, dr Een Resita menyatakan pemenuhan gizi seimbang bagi anak untuk menekan stunting dapat dimulai dari rumah. Upaya tersebut dilakukan melalui pemilihan makanan yang tepat serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
Menurut Een, pemenuhan gizi keluarga tidak harus mengandalkan bahan makanan mahal. Ia menilai bahan pangan lokal yang mudah ditemukan sehari-hari dapat menjadi sumber nutrisi yang baik apabila diolah dengan tepat.
“Banyak menu lokal yang mudah didapat orang tua bagi anak dan memiliki nutrisi besar seperti nasi, telur, dan sayuran,” kata Een di Tangerang, Senin.
Een menekankan keberhasilan pendampingan gizi memerlukan peran aktif orang tua. Ia menyebut kontrol berkala penting dilakukan untuk memantau perkembangan berat badan, tinggi badan, serta kondisi anak, sehingga dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan masalah.
“Melalui pemantauan dan pendampingan secara rutin, kita bisa mengetahui pertumbuhan anak dan bisa melakukan upaya intervensi lain jika diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggaraeni mengatakan Pemerintah Kota Tangerang mengoptimalkan penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Ia menyampaikan sejumlah program yang berorientasi pada keluarga mencakup percepatan penurunan stunting, pendampingan keluarga, penguatan posyandu, serta intervensi sejak masa calon pengantin dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dini menambahkan, upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Hingga Mei 2026, prevalensi stunting di Kota Tangerang disebut berhasil ditekan menjadi 5,3 persen.
Selain itu, Dinkes Kota Tangerang juga menggerakkan peran kader posyandu untuk melakukan deteksi dini dan memberikan edukasi kesehatan melalui kunjungan langsung ke rumah warga.