Menjelang Tahun Baru Imlek, pasar tahun baru di berbagai daerah mulai ramai. Masyarakat pun berburu camilan serta hampers untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat. Di tengah banyaknya produk tinggi gula dan lemak, ahli gizi mengingatkan bahwa menikmati hidangan khas Imlek tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi perlu disiasati dengan pemilihan jenis makanan dan pengaturan porsi.
Ahli gizi Sandy dari Sandy Love Healthy menyarankan prinsip “kombinasi secukupnya” saat memilih camilan Imlek. Camilan seperti egg roll, puff, dan daging kering yang cenderung tinggi kalori dan lemak disebut bukan berarti tidak boleh dikonsumsi, namun sebaiknya dibatasi jumlahnya. Sebagai alternatif, camilan yang lebih sederhana dan bernilai gizi lebih tinggi seperti kacang-kacangan dan rumput laut dapat disiapkan lebih banyak agar anggota keluarga tetap dapat menikmati suguhan dengan lebih aman.
Untuk pilihan camilan, Sandy merekomendasikan kacang tanpa bumbu, rumput laut non-goreng, cokelat hitam rendah gula, oat atau coix barley merah yang tinggi serat, serta buah kering tanpa tambahan bahan. Menurutnya, jenis camilan ini tidak hanya membantu memenuhi selera, tetapi juga dapat menambah asupan serat, lemak baik, dan fitonutrien, sehingga beban pola makan selama perayaan dapat ditekan.
Selain camilan, perhatian juga diarahkan pada pilihan hampers Imlek. Sandy menilai hampers yang berkualitas dan tidak menambah beban bagi tubuh merupakan pilihan yang lebih bijak. Beberapa opsi yang disebut praktis antara lain minuman jamur kuping putih, ekstrak ayam, hampers buah musiman, teh murni atau teh herbal, serta minyak goreng yang dinilai lebih sehat seperti minyak camellia atau minyak zaitun.
Ia juga mengingatkan bahwa pola makan selama libur Imlek mudah menjadi tidak seimbang. Karena itu, masyarakat disarankan mulai membuat pilihan sejak tahap belanja dengan mengombinasikan makanan berkomposisi sederhana dan bernilai gizi tinggi, guna mengurangi asupan gula dan lemak berlebih tanpa mengurangi suasana perayaan.

