BERITA TERKINI
Abusan Surabaya Tawarkan Street Food Jepang dengan Harga Terjangkau

Abusan Surabaya Tawarkan Street Food Jepang dengan Harga Terjangkau

Usaha kuliner anak muda di Surabaya terus tumbuh dengan berbagai konsep. Salah satunya Abusan Surabaya, yang menghadirkan makanan Jepang dalam format street food dengan harga terjangkau.

Pemilik Abusan Surabaya, Russell Vernon, mengatakan usaha tersebut berawal dari hobinya menikmati makanan Jepang. Bersama dua rekannya, ia kemudian membangun bisnis kuliner dengan konsep berbeda.

Dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI Surabaya, Russell menjelaskan Abusan berdiri sekitar delapan bulan lalu. Usaha itu lahir setelah ia dan dua sahabatnya memutuskan keluar dari pekerjaan masing-masing. “Kami bertiga punya kerjaan masing-masing. Terus saya telepon mereka dan bilang, bikin sesuatu yuk,” ujar Russell.

Ia menyebut keputusan membuka usaha diambil setelah melalui berbagai diskusi. Ketiganya juga memiliki latar belakang pertemanan yang telah terjalin lama. Russell mengaku mengenal salah satu rekannya sejak sekolah dasar, dan kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun usaha bersama.

Menurut Russell, tantangan terbesar tidak hanya soal bisnis, tetapi juga menyatukan pemikiran dan idealisme dalam tim. “Kami punya prinsip, lihat dulu orangnya siapa baru bikin bisnisnya apa,” katanya.

Abusan memilih menghadirkan makanan Jepang dalam format street food karena konsep tersebut dinilai masih jarang ditemukan di Surabaya. Russell melihat minat masyarakat terhadap kuliner Jepang cukup besar, namun sebagian menganggap makanan Jepang identik dengan restoran besar dan harga mahal. Karena itu, Abusan berupaya menawarkan pengalaman berbeda dengan suasana santai dan harga yang lebih ramah. “Kami ingin makanan Jepang tidak dianggap mahal dan harus di mal,” ucapnya.

Saat ini Abusan berlokasi di Jalan Kupang Jaya 1D Surabaya. Meski berada di area ruko, konsep yang dihadirkan tetap menyerupai tenda street food. Russell mengatakan konsep itu sengaja dipertahankan agar suasana makan terasa lebih dekat dengan budaya jajanan jalanan Jepang.

Menu yang ditawarkan beragam, di antaranya chicken katsu, cheese katsu, beef teriyaki, dan yakiniku. Chicken katsu menjadi salah satu menu favorit pelanggan sekaligus andalan dalam promosi di media sosial. Russell menyebut satu porsi chicken katsu berukuran cukup besar dan dapat dinikmati dua hingga tiga orang. “Hero product kami chicken katsu dengan porsinya besar banget,” katanya.

Harga menu andalan tersebut dibanderol sekitar Rp30 ribuan. Selain mengandalkan cita rasa, Abusan juga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan. Russell menyebut banyak konsumen datang setelah melihat konten promosi di Instagram dan TikTok.

Russell menilai respons masyarakat Surabaya sejauh ini positif. Antusiasme pelanggan, menurutnya, menjadi salah satu alasan usaha tersebut mampu bertahan hingga sekarang. “Antusiasme masyarakat Surabaya cukup oke. Mereka penasaran dengan konsep street food Jepang,” ujarnya.

Ke depan, Russell dan tim menyiapkan rencana bisnis baru. Mereka berencana membuka usaha kuliner Indonesia dalam waktu dekat, tetap di sektor makanan jalanan, namun berfokus pada hidangan khas Indonesia dengan cita rasa kaya rempah. Russell menyebut menu utama yang sedang disiapkan adalah kari Indonesia. “Kami mau buka Indonesian street food. Main menunya kari,” kata Russell.

Ia berharap usaha baru tersebut dapat diterima masyarakat Surabaya, sekaligus menjadi langkah untuk memperluas bisnis dan mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara.