GRESIK — Sebanyak 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner di Kabupaten Gresik resmi mengantongi sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sesuai standar kompetensi kerja nasional.
Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali, mengatakan pelatihan dan sertifikasi BNSP merupakan langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelaku usaha. Menurutnya, sertifikasi kompetensi penting sebagai nilai tambah sekaligus daya ungkit pengembangan UMKM.
“Harapan kami, sertifikasi ini bermanfaat bagi peserta dan mampu meningkatkan nilai usaha yang sudah dijalankan. Karena itu, kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan sampai selesai dan menjalani uji kompetensi,” ujar Saifudin, Selasa (27/10/2026).
Program ini juga mendapat apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Gresik, Ricke Mayumi. Ia menilai pelatihan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah agar pelaku UMKM dapat naik kelas.
“Ini bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah,” kata Ricke.
Ricke berharap ke depan semakin banyak tenaga kerja dan pelaku usaha kuliner di Gresik memiliki kompetensi terstandar sehingga kualitas produk terus meningkat. “Sehingga nantinya usaha semakin berkembang, dan kuliner khas Gresik mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tutupnya.