Ribuan porsi opak, makanan ringan tradisional khas Jawa Barat, berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394.
Rekor tersebut tercatat dalam kategori sajian opak terbanyak sekaligus yang pertama di dunia. Total 3.123 porsi opak ditata menggunakan bungkusan plastik berpita warna-warni di atas meja sepanjang 250 meter yang membentang di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Jumat (25/7/2026) malam.
Senior Manager MURI, Triyono, mengatakan jumlah itu melampaui target awal penyelenggara. Menurutnya, target semula 2.500 porsi, namun setelah penghitungan ulang di lokasi, jumlahnya mencapai 3.123 porsi. Capaian tersebut kemudian dinyatakan resmi masuk MURI sebagai yang pertama dan terbanyak di dunia.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyebut seluruh opak yang disajikan merupakan hasil produksi UMKM lokal yang tersebar di 39 kecamatan. Setiap porsi berisi lima buah opak yang diolah secara tradisional dari bahan dasar nasi ketan, melalui proses menumbuk, mencetak, mengeringkan, hingga membakar.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Ia menyebut pemecahan rekor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kuliner lokal ke tingkat global sekaligus menggerakkan perekonomian kerajinan rakyat, khususnya pelaku UMKM pengrajin opak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Setelah sesi penilaian dan penyerahan piagam rekor, seluruh porsi opak yang tersaji dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir memadati lokasi acara.
Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya yang diperingati setiap 26 Juli juga dimeriahkan dengan Festival Batik Sukapura. Ribuan warga turut berpartisipasi dengan mengenakan busana batik.

