Sebanyak 150 staf dapur dari berbagai tempat wisata mengikuti pelatihan teknik persiapan makanan untuk prasmanan sarapan. Program ini menghadirkan bimbingan dari para ahli kuliner, serta koki dan staf dari akomodasi wisata dan pelaku usaha layanan makanan di kota tersebut.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembaruan pengetahuan mengenai tren penyajian hidangan mi panas dalam prasmanan sarapan, termasuk penyesuaian menu dengan kebutuhan dan selera wisatawan. Materi yang disampaikan mencakup cara memilih, menyiapkan, dan mengawetkan bahan; metode penataan meja saji; serta teknik pembuatan kaldu dan sup.
Selain sesi teori, peserta juga memperoleh bimbingan langsung untuk mempraktikkan pembuatan pho ayam dan cao lau. Latihan ini difokuskan pada upaya menyempurnakan proses memasak dan penyajian hidangan mi panas agar sesuai untuk layanan prasmanan sarapan.
Melalui program tersebut, industri pariwisata kota berharap tempat penginapan dapat meningkatkan kualitas prasmanan sarapan sekaligus mendiversifikasi menu dengan menghadirkan masakan lokal.