BERITA TERKINI
Weightlifting Ramai Dibahas, Dokter Saraf Jelaskan Manfaat dan Risiko Cedera

Weightlifting Ramai Dibahas, Dokter Saraf Jelaskan Manfaat dan Risiko Cedera

Olahraga angkat beban atau weightlifting kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video yang menampilkan pengunjung gym marah-marah sambil membanting barbel viral di media sosial. Video itu turut memicu diskusi mengenai manfaat sekaligus risiko dari latihan angkat beban.

Dokter bedah saraf dari Lamina Clinic, dr Victorio, SpBS, mengatakan weightlifting pada dasarnya merupakan latihan yang efektif untuk memperkuat kelompok otot tertentu. Ia menilai, jika dilakukan dengan program yang tepat, angkat beban dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan otot.

Ia mencontohkan gerakan deadlift yang dapat memperkuat otot inti (core), hamstring, dan gluteus. “Misalkan deadlift. Deadlift itu mungkin akan menguatkan otot core kita, juga mungkin hamstring-nya juga akan kuat, dan juga gluteus-nya,” ujar dr Rio, sapaan akrabnya, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (16/7/2026).

Meski demikian, dr Rio mengingatkan latihan perlu dilakukan secara bertahap dan terukur. Menurutnya, ada kondisi ketika seseorang menjadi terlalu percaya diri, terutama saat menggunakan alat bantu, sehingga lupa pada batas kemampuan tubuh.

“Kadang-kadang kalau sudah pakai belt, merasa over-pede sehingga mungkin mengangkat beban di luar kemampuannya,” kata dr Rio.

Ia menuturkan, mengangkat beban melebihi kemampuan tubuh dapat memicu sejumlah cedera. Salah satunya risiko saraf kejepit di area tulang belakang. Selain itu, cedera juga bisa terjadi pada area lengan, termasuk carpal tunnel syndrome akibat penggunaan pergelangan tangan yang berlebihan.

“Carpal tunnel syndrome wrist yang berlebihan,” kata dr Rio.