BERITA TERKINI
Wali Kota Pangkalpinang: Otak-otak Khas Daerah Kini Jadi Kuliner Nusantara

Wali Kota Pangkalpinang: Otak-otak Khas Daerah Kini Jadi Kuliner Nusantara

PANGKALPINANG — Kekayaan kuliner Nusantara terus menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa, bumbu, dan cara pengolahan yang berbeda, yang mencerminkan tradisi serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Di tengah perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, berbagai makanan tradisional semakin dikenal luas. Inovasi dan promosi yang berkembang turut membuka peluang agar kuliner lokal dapat menjangkau pasar yang lebih besar, termasuk internasional, tanpa meninggalkan keaslian rasa.

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menyatakan otak-otak khas Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini telah menjadi kuliner Nusantara karena digemari masyarakat dari berbagai kalangan di Indonesia.

“Otak-Otak makanan khas Kota Pangkalpinang ini sudah menjadi kuliner nusantara, karena digemari oleh berbagai kalangan di Indonesia,” kata Saparudin saat membuka Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang ke-2 Tahun 2026 di Pangkalpinang, Jumat (15/5) sore.

Menurut dia, Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang ke-2 Tahun 2026 digelar pada 15–17 Mei di Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan produk kuliner khas Pangkalpinang, terutama otak-otak, agar semakin dikenal sebagai kuliner Nusantara dan dipasarkan secara global.

Saparudin juga mendorong pelaku usaha kreatif untuk terus mengembangkan produk tersebut, termasuk dari sisi kreasi dan kemasan. “Kita berharap pelaku usaha kreatif untuk lebih mengkreasikan, mengemas otak-otak ini menjadi sebuah produk yang lebih menarik untuk menarik masyarakat di nusantara ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI telah menetapkan Pangkalpinang sebagai kota kreatif dan otak-otak sebagai produk kuliner Nusantara. Saparudin menilai otak-otak Pangkalpinang memiliki cita rasa khas karena menggunakan bahan dasar ikan laut segar, sehingga menjadi representasi kreativitas dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Selain sebagai kuliner, otak-otak juga disebutnya sebagai bagian dari produk ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui inovasi rasa, kemasan, pemasaran digital, hingga pengembangan wisata kuliner. Ia menilai produk ini berpeluang menjadi unggulan daerah yang dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Sejalan dengan tagline Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang ke-2 Tahun 2026, “Otak-otak Pangkalpinang terenak sedunia”, Saparudin berharap otak-otak dapat menjadi identitas sekaligus sarana promosi daerah untuk mengangkat citra Pangkalpinang sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia.