Program Studi Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) menggelar International USU SPIRIT Summer Course 2026. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan keempat dalam rangkaian USU SPIRIT Summer Course.
Summer course tersebut mengangkat tema “Climate-Smart Action for Building Resilient Youth Communities through Sustainable Nutrition and Health Strategies”, yang menyoroti pentingnya aksi cerdas iklim untuk membangun komunitas pemuda yang tangguh melalui strategi gizi dan kesehatan berkelanjutan. Kegiatan ini mendapat dukungan Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si dan dihadiri Dekan FK USU Dr. dr. Muara Panusunan Lubis, M.Ked(OG), Sp.O.G, Subsp.K.Fm, dosen, narasumber nasional dan internasional, universitas mitra, serta mahasiswa dan peserta.
Wakil Dekan III FK USU sekaligus Ketua Panitia International USU SPIRIT Summer Course 2026, Prof. Dr. dr. Dina Keumala Sari, M.Gizi, Sp.GK, Subsp.PK, menjelaskan tema tersebut dipilih karena perubahan iklim dinilai tidak lagi semata persoalan lingkungan. Menurutnya, dampaknya turut memengaruhi sistem pangan, gizi, aktivitas fisik, kesehatan mental, pencegahan penyakit, hingga kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Summer Course ini, kami ingin menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan peserta mengeksplorasi berbagai tantangan dari beragam perspektif dan belajar bagaimana mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bermakna,” kata Dina.
Ia menyebut kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Spanyol, Rumania, Chile, Kosta Rika, Sri Lanka, India, Malaysia, dan Indonesia. Peserta juga berasal dari beragam negara dan latar belakang akademik. Total peserta daring berjumlah 44 orang, terdiri dari 33 peserta asing dan 11 peserta Indonesia. Adapun peserta luring berjumlah 84 orang, terdiri dari 24 peserta asing dan 60 peserta Indonesia.
Berbagai topik dibahas dalam program ini, mulai dari perubahan iklim, gizi, kesehatan, aktivitas fisik, olahraga, kecerdasan buatan, pertanian berkelanjutan, kesehatan mental, obesitas, pencegahan penyakit tidak menular, hingga ketangguhan masyarakat.
Dina menilai keberagaman peserta dan narasumber menjadi salah satu kekuatan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu penting untuk menghasilkan solusi atas tantangan kesehatan dan lingkungan. “Dengan berbagi pengetahuan, pengalaman, budaya, dan gagasan inovatif, kita dapat mengembangkan solusi yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga relevan bagi masyarakat di tingkat lokal,” ujarnya.
Selain agenda akademik, peserta juga akan mendapat kesempatan mengenal kekayaan akademik dan budaya Sumatera Utara serta Aceh melalui kunjungan kampus, kegiatan kemasyarakatan, pengabdian masyarakat internasional, serta kunjungan ke lokasi yang berkaitan dengan kebencanaan.
“Semoga hubungan dan jejaring yang terbangun selama Summer Course ini dapat terus berlanjut bahkan setelah program berakhir,” kata Dina. Ia juga menyampaikan kegiatan ini bekerja sama dengan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK) Dr. Amiruddin, M.Si, serta Fakultas Kedokteran USK.
USU berharap International USU SPIRIT Summer Course 2026 tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi wadah pembentukan generasi muda yang berpengetahuan, mampu berkolaborasi, peduli lingkungan, serta berkomitmen membangun masyarakat yang lebih sehat dan tangguh.