BERITA TERKINI
Urutan Memasukkan Bumbu Dinilai Menentukan Aroma dan Rasa Masakan

Urutan Memasukkan Bumbu Dinilai Menentukan Aroma dan Rasa Masakan

Banyak orang menganggap memasak cukup dengan mencampurkan bumbu dan bahan, lalu mematangkannya di wajan atau panci. Namun dalam praktik kuliner, urutan memasukkan bumbu disebut dapat memengaruhi aroma, rasa, hingga karakter akhir masakan.

Setiap bahan memiliki reaksi berbeda ketika terkena panas. Karena itu, waktu memasukkan bawang, cabai, tomat, daun aromatik, hingga santan dinilai penting agar rasa masakan keluar lebih maksimal.

Ujang, penjual Nasi Padang di salah satu rumah makan di Kota Serang, menjelaskan bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah halus umumnya dimasukkan lebih awal. “Bumbu dasar perlu dimasak dulu sampai harum supaya rasa mentahnya hilang dan aromanya keluar,” ujarnya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Ujang, kesalahan yang kerap terjadi adalah menambahkan air atau santan terlalu cepat sebelum bumbu benar-benar matang. Saat cairan dimasukkan, suhu tumisan turun sehingga aroma bawang dan rempah sulit keluar secara maksimal.

Akibatnya, pada beberapa kondisi masakan bisa terasa seperti belum matang sempurna meski sudah direbus cukup lama setelah diberi cairan. Hal itu disebutnya biasanya terjadi karena proses pemasakan bumbu dasar belum selesai ketika air dimasukkan.

Ia juga menyoroti bahan tertentu yang memiliki waktu terbaik untuk dimasukkan agar rasa dan aromanya tidak berubah karena dimasak terlalu lama. Tomat, misalnya, disarankan masuk setelah tumisan mulai harum karena kandungan airnya dapat menghambat keluarnya aroma bumbu.

Sementara daun jeruk dan daun bawang umumnya dimasukkan mendekati akhir proses memasak agar aroma segarnya tetap kuat. Jika dimasak terlalu lama, minyak alami dari bahan aromatik tersebut dapat menguap sehingga wanginya cepat hilang.

Ujang menambahkan, gula dan garam tidak selalu tepat dimasukkan terlalu awal. “Kalau gula terlalu cepat masuk, bumbu bisa lebih mudah gosong karena gula cepat karamelnya,” katanya.

Selain itu, santan juga membutuhkan perhatian khusus. Suhu panas yang terlalu tinggi dapat membuat teksturnya pecah saat dimasak. Karena itu, sejumlah penjual makanan memilih menggunakan api sedang agar bumbu dan santan matang perlahan serta merata.

Teknik sederhana berupa urutan memasukkan bumbu ini disebut kerap menjadi pembeda antara masakan rumahan biasa dan masakan rumah makan. Rasa yang lebih kaya dinilai terbentuk dari proses memasak bertahap, sehingga setiap bahan dapat mengeluarkan karakter terbaiknya.

Pada akhirnya, memahami kapan sebuah bahan dimasukkan menjadi bagian penting untuk menghasilkan masakan yang lebih seimbang dan nikmat. Memasak bukan hanya soal banyaknya bumbu, tetapi juga bagaimana setiap bahan diperlakukan selama proses memasak.