BERITA TERKINI
UMKM Palu Inovasikan Kaledo Kemasan Praktis untuk Perluas Pasar Kuliner Khas Daerah

UMKM Palu Inovasikan Kaledo Kemasan Praktis untuk Perluas Pasar Kuliner Khas Daerah

Kaledo, kuliner khas Kota Palu berbasis sup kaki sapi dengan kuah asam gurih, selama ini identik dinikmati hangat di tempat. Seiring perkembangan teknologi pengemasan, pelaku UMKM lokal kini mulai memproduksi Kaledo dalam kemasan praktis siap santap.

Inovasi ini dilakukan sebagai upaya melestarikan sekaligus memodernisasi hidangan tradisional, terutama untuk menjawab tantangan daya tahan produk. Berdasarkan data Asosiasi UMKM Kuliner Kota Palu, penerapan metode pengemasan kedap udara yang dipadukan dengan teknik sterilisasi termal membuat hidangan berbumbu rempah khas tersebut dapat bertahan lebih lama.

Kaledo kemasan praktis dinilai memberi kemudahan bagi wisatawan maupun warga perantauan yang rindu cita rasa Sulawesi Tengah. Produk ini memungkinkan Kaledo dibawa sebagai buah tangan tanpa kekhawatiran cepat basi atau tumpah saat menempuh perjalanan jauh.

Dari sisi pelaku usaha, kemasan praktis turut memperluas jangkauan pemasaran UMKM Kota Palu. Jika sebelumnya Kaledo umumnya hanya tersedia di rumah makan lokal, kini produk tersebut mulai masuk ke pasar ritel modern serta memanfaatkan layanan pengiriman antar pulau.

Dalam proses produksinya, pelaku UMKM disebut tetap mempertahankan resep autentik, termasuk penggunaan asam jawa muda dan cabai rawit hijau lokal untuk menjaga karakter rasa pedas-asam yang kuat. Standar kebersihan dan keamanan pangan juga menjadi perhatian dalam rantai produksi.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu mencatat pertumbuhan positif pada sektor ini. Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui pendampingan sertifikasi halal, pengurusan izin edar BPOM, serta pelatihan pengemasan modern bagi pelaku usaha kuliner lokal.

Kehadiran Kaledo dalam kemasan praktis menunjukkan kuliner tradisional Palu dapat beradaptasi dengan tren pasar modern tanpa kehilangan identitas budaya, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kreatif daerah di tingkat nasional.