BERITA TERKINI
UKAW Gelar Pelatihan Olahan Pisang dan Pangan Lokal untuk Pemuda Desa Oh’aem

UKAW Gelar Pelatihan Olahan Pisang dan Pangan Lokal untuk Pemuda Desa Oh’aem

Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang melalui Fakultas Teknologi Pertanian mendorong pemuda Desa Oh’aem, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, mengolah potensi pangan lokal menjadi produk kuliner bernilai ekonomi. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat peluang usaha masyarakat sekaligus mendukung pengembangan desa wisata.

Dorongan tersebut dilakukan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unggulan Fakultas bertajuk “Pelatihan Pengolahan Hasil Pekarangan bagi Pemuda di Desa Oh’aem Lelogama”. Kegiatan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Aula Serbaguna Kantor Desa Oh’aem.

Pelatihan melibatkan dua dosen Fakultas Teknologi Pertanian UKAW, Regina I.M. Banoet, SP., MP. dan Ir. Zet Malelak, M.Si., serta dua mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Leo Nauk dan Riko Soge, sebagai asisten pelaksana. Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari pemuda-pemudi, ibu RT, dan aparat desa mengikuti kegiatan ini.

Dalam pelatihan, peserta dibekali keterampilan mengolah komoditas lokal, terutama pisang, jagung, dan umbi-umbian, menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual. Peserta juga diarahkan pada pengemasan produk secara higienis.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Oh’aem, Mesak Abednego Tanaos, dan didukung Ketua PKK Desa Oh’aem, Marci Henderina Tanaos Safi. Marci sebelumnya telah mengembangkan keripik pisang dan keripik ubi bermerek Ma’Chi yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi variasi produk kuliner lokal.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UKAW, Regina Ilse Marcelina Banoet, mengatakan kegiatan pengabdian ini dipilih karena Desa Oh’aem memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata dan didukung komoditas pisang dengan cita rasa khas. Menurutnya, pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan diharapkan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat, khususnya pemuda, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.

Selama pelatihan, peserta juga diarahkan mengembangkan olahan pisang dengan varian rasa seperti pisang bakar keju, cokelat, dan gula kacang. Produk-produk tersebut diharapkan dapat dipasarkan di kawasan wisata Tangga Seribu dan Bukit Teletubbies sebagai bagian dari aktivitas ekonomi pendukung pariwisata.

Pengembangan kuliner berbasis komoditas lokal dinilai sejalan dengan potensi wisata Desa Oh’aem yang memiliki destinasi mata air panas. Produk pangan lokal yang dikemas secara higienis diharapkan dapat menambah pengalaman kuliner wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi warga setempat.

Kepala Desa Oh’aem, Mesak Abednego Tanaos, menyampaikan apresiasi kepada UKAW, khususnya Fakultas Teknologi Pertanian dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, atas dukungan dalam pengembangan potensi kuliner lokal. Ia berharap pendampingan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada pengembangan produk, pemasaran, dan penguatan usaha pemuda agar hasil pertanian lokal memiliki nilai tambah dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi desa.