BERITA TERKINI
Tren Tempel Bawang Putih ke Jerawat Viral, Dokter Ingatkan Risiko Iritasi hingga Luka

Tren Tempel Bawang Putih ke Jerawat Viral, Dokter Ingatkan Risiko Iritasi hingga Luka

Tren menempelkan bawang putih langsung ke jerawat ramai dibicarakan di media sosial. Cara ini disebut-sebut mampu mengempeskan jerawat dalam waktu singkat. Namun, dokter sekaligus skincare expert Yessica Tania mengingatkan bahwa praktik tersebut berisiko memicu iritasi hingga menimbulkan luka pada kulit, terutama bila diterapkan pada jerawat yang sedang meradang.

Perempuan yang akrab disapa dokter Zie itu menjelaskan, sejumlah penelitian laboratorium memang menunjukkan bawang putih memiliki kandungan dengan efek antibakteri, termasuk terhadap bakteri yang berkaitan dengan jerawat. Meski begitu, temuan tersebut tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk mengoleskan bawang putih mentah ke kulit, apalagi pada area jerawat yang sedang mengalami peradangan.

“Bawang putih memang punya efek antibakteri dan beberapa studi laboratorium menunjukkan ada pengaruh terhadap bakteri penyebab jerawat. Tapi bukan berarti karena natural, lalu 100 persen aman atau efektif ketika ditempelkan langsung ke kulit,” kata dokter Zie.

Menurut dia, jerawat bukan sekadar benjolan, melainkan kondisi peradangan pada kulit yang kerap disertai luka mikro. Karena itu, penggunaan bahan yang terlalu keras seperti bawang putih mentah dapat meningkatkan risiko iritasi.

Pada sebagian orang, efeknya bisa berupa sensasi panas, kemerahan, kulit mengelupas, hingga luka yang menyerupai chemical burn. “Apalagi jerawat itu ada inflamasi, ada luka. Kalau ditempeli bawang putih mentah, ada risiko iritasi sampai chemical burn yang malah bisa bikin bekas kehitaman atau post-inflammatory hyperpigmentation (PIH),” jelasnya.

Dokter Zie menambahkan, fenomena penggunaan bahan dapur untuk perawatan wajah bukan hal baru. Sebelumnya, bahan seperti lemon, pasta gigi, hingga es batu juga sempat viral sebagai cara cepat mengempeskan jerawat.

Ia mengingatkan bahwa bahan alami yang tidak diformulasikan khusus untuk kulit dapat menimbulkan efek samping yang tidak terduga. Karena itu, ia menyarankan masyarakat memilih bahan aktif yang telah memiliki bukti medis untuk membantu mengatasi jerawat.

Beberapa bahan aktif yang disarankan antara lain benzoyl peroxide, salicylic acid, sulfur, azelaic acid, hingga adapalene. Produk dengan kandungan tersebut tersedia dalam bentuk obat totol jerawat maupun acne patch, yang dinilai lebih aman karena telah melalui formulasi khusus untuk kulit.

“Kalau jerawatnya ringan, lebih aman pakai ingredients yang memang ada evidence-nya seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, adapalene, atau azelaic acid. Bisa juga gunakan acne patch dibanding eksperimen pakai bahan dapur,” tambah dokter Zie.

Di akhir, dokter Zie mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengikuti tren viral tanpa memahami risikonya. Menurutnya, sesuatu yang alami belum tentu aman digunakan langsung pada kulit wajah yang sensitif.

“Kulit wajah itu sensitif. Jangan karena viral lalu semua bahan dapur dicoba ke muka. Natural bukan berarti otomatis aman,” tutup dokter Zie.