Tren diet terus berganti, dari intermittent fasting hingga clean eating. Belakangan, muncul pola makan yang ramai diperbincangkan di media sosial: biblical diet. Pola makan ini menjadi viral karena menggabungkan pilihan makanan yang dianggap lebih alami dengan unsur spiritual dan keagamaan.
Menurut laporan Oddity Central, biblical diet merujuk pada pola makan yang berpatokan pada jenis makanan yang disebut dalam Alkitab. Konten mengenai diet ini banyak beredar di TikTok, Instagram, hingga Facebook, dan mendorong sebagian orang mencoba menerapkannya dalam keseharian.
Secara umum, biblical diet menekankan konsumsi makanan alami dan minim proses, seperti ikan, roti, buah-buahan, sayuran, madu, biji-bijian, serta minyak zaitun. Sebaliknya, makanan ultra-proses dan yang tinggi bahan tambahan cenderung dihindari.
Salah satu figur yang ikut mempopulerkan tren ini adalah Kayla Bundy, influencer berusia 27 tahun yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut di TikTok. Kayla mengaku telah menjalani pola makan tersebut selama delapan tahun. Ia menyebut ketertarikannya muncul setelah memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi tokoh-tokoh dalam Alkitab.
Dalam berbagai kontennya, Kayla menilai makanan bukan hanya kebutuhan tubuh, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus spiritualitas. Popularitasnya di media sosial juga berkembang menjadi aktivitas bisnis, termasuk penjualan panduan digital tentang “superfood” ala biblical diet dan layanan konsultasi berbayar.
Selain Kayla, tren serupa turut disuarakan Abbie Stasior, ahli gizi asal Nashville, yang kerap mengaitkan pola makan sehat dengan ayat-ayat Alkitab. Salah satu contoh yang ia bahas adalah kisah sarapan roti dan ikan yang disantap Yesus bersama para muridnya, yang disebut sebagai kombinasi karbohidrat dan protein seimbang.
Di Facebook, Annalies Xaviera—seorang ibu rumah tangga dengan ratusan ribu pengikut—juga mengangkat tema makanan lokal, alami, dan tidak diproses. Kontennya kerap disertai doa serta kutipan ayat Alkitab.
Meski konsep biblical diet disebut sudah ada sejak lama, popularitasnya meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring dorongan media sosial. Sejumlah pengguna internet tertarik karena pola makan ini dinilai lebih sederhana dan alami dibanding beberapa tren diet lain.
Namun, para ahli tetap mengingatkan bahwa pola makan sehat idealnya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tubuh secara seimbang. Apa pun jenis diet yang dipilih, konsumsi makanan bergizi lengkap dan sesuai kondisi kesehatan tetap menjadi hal utama.

