BERITA TERKINI
Tren “Ngortis” Viral di TikTok, Gaya Berpakaian Terinspirasi Boy Group K-Pop CORTIS

Tren “Ngortis” Viral di TikTok, Gaya Berpakaian Terinspirasi Boy Group K-Pop CORTIS

Istilah “ngortis” belakangan ramai muncul di halaman For You Page (FYP) TikTok. Tren ini merujuk pada gaya berpakaian yang terinspirasi dari penampilan boy group K-Pop CORTIS, yang tengah digandrungi kalangan anak muda.

Sejak awal 2026, banyak pengguna TikTok mengunggah video rekreasi outfit dengan tagar #ngortis dan #cortisoutfit. Gaya tersebut dikenal cepat menular karena tampilannya yang sengaja dibuat terlihat berantakan, namun tetap dinilai estetik.

Secara bahasa, “ngortis” merupakan plesetan dari nama CORTIS yang dipadukan dengan imbuhan “nge-” ala bahasa gaul, mengikuti pola kata seperti “ngonten” atau “ngevlog”. Dalam praktiknya, ngortis menggambarkan padu padan busana yang tampak tidak sempurna: kemeja dibiarkan keluar, tali sepatu sengaja dibuat berbeda warna, hingga layering berlapis yang terkesan berat tetapi tetap menarik secara visual.

Meski sering terlihat seperti “asal tabrak”, gaya ngortis disebut menggabungkan street casual dengan nuansa Y2K. Tren ini juga dikaitkan dengan semangat kebebasan berekspresi yang dibawa CORTIS, yakni memandang pakaian sebagai bentuk seni, bukan sekadar pelindung tubuh. Selain itu, gaya ini menonjolkan sisi inklusif gender melalui penggunaan item-item yang bersifat unisex.

Tren ngortis bermula dari gaya panggung dan gaya kasual para personel CORTIS yang dinilai berbeda dari boy group K-Pop pada umumnya. Jika banyak grup tampil serba matching dan minimalis, CORTIS justru mengusung estetika “berantakan” dengan ciri khas masing-masing personel, yang kemudian mendorong fandom membuat konten rekreasi outfit.

Martin, sang leader, dikenal dengan aura high-end grunge lewat jaket parka oversized, ripped denim dengan detail rumit, dan sepatu bot kulit yang berat. Sementara Juhoon tampil lebih rapi dengan cardigan rajut, kemeja berkerah lebar, serta baggy slacks berwarna pastel. Adapun Keonho disebut paling eksperimental, memadukan puffer jacket neon, kacamata berlensa warna, dan topi beret. Selain ketiganya, ada pula James dan Seonghyeon yang disebut memiliki outfit yang tak kalah menarik.

Keberagaman gaya tiap personel membuat ngortis dinilai mudah diadaptasi. Pengikut tren bisa memilih pendekatan yang lebih condong ke grunge, rapi-minimalis, atau eksperimental sesuai selera.

Dalam tren ini, layering menjadi salah satu kunci. Untuk bawahan, gaya ngortis cenderung mengutamakan volume, misalnya celana kargo dengan banyak saku. Alternatif lain adalah layering bottom, seperti memadukan rok mini dengan celana panjang.

Untuk atasan, pengguna dapat menumpuk busana dengan tekstur berbeda, misalnya memadukan kemeja longgar dengan cardigan rajut atau jaket parka oversized. Kesan tidak terlalu rapi juga menjadi bagian dari estetika, seperti membiarkan kemeja tidak dimasukkan sepenuhnya.

Dari sisi warna, ngortis mendorong permainan kontras: warna netral seperti hitam, putih, dan abu-abu dijadikan dasar, lalu ditambahkan satu elemen warna berani seperti neon atau magenta. Detail yang terlihat tidak serasi—seperti tali sepatu berbeda warna, kaus kaki mencolok, atau aksesori yang kontras—justru dianggap sebagai ciri khas yang membuat gaya terlihat personal.

Gaya ini biasanya ditutup dengan aksesori statement dan berukuran chunky, seperti sabuk besar, kacamata warna, topi beret, atau sepatu bot berat. Namun, pemilihan aksesori disarankan secukupnya agar tampilan tidak terlalu ramai.