Suasana persiapan menyambut Idulfitri 1447 Hijriah mulai terasa di Kota Kendari. Pada 11 Maret 2026, warga terlihat semakin ramai memburu aneka kue kering dengan tampilan visual menarik dan cita rasa yang lebih variatif. Beragam pilihan ini diperkirakan akan menjadi sajian utama di meja tamu sekaligus hantaran favorit saat silaturahmi keluarga.
Tren kue kering tahun ini disebut banyak menggabungkan rasa tradisional dengan sentuhan modern. Pengamat kuliner Erina Satrio menilai, kue kering yang diberi topping premium seperti matcha glaze atau taburan kacang pistachio di atas nastar klasik kini lebih diminati. Menurutnya, tambahan tersebut memberi kesan mewah dan menghadirkan pembeda dibanding sajian pada tahun-tahun sebelumnya.
Selain rasa, tampilan kemasan juga menjadi perhatian. Desainer kemasan kuliner Andi Hakim menjelaskan, penggunaan jar kaca minimalis dengan label tipografi elegan dapat meningkatkan daya tarik produk. Kemasan semacam itu membuat kue kering tidak hanya menarik untuk disantap, tetapi juga dinilai “instagenic” dan cocok dijadikan hampers lebaran, termasuk untuk kerabat maupun kolega bisnis.
Di sisi lain, meningkatnya kesadaran kesehatan turut memengaruhi pilihan konsumen. Laporan tren pasar menyebutkan kue kering gluten-free dan less-sugar mulai mendapatkan porsi pasar yang signifikan. Nutrisionis dr. Mikhael Yosia menyarankan masyarakat memilih produk yang menggunakan pemanis alami seperti gula kelapa, agar kue kering tetap bisa dinikmati tanpa kekhawatiran berlebih terhadap lonjakan kadar gula darah selama perayaan.
Sejumlah pelaku UMKM kuliner di Kendari juga melaporkan adanya peningkatan pesanan kue kering berdesain karakter unik dengan warna-warni cerah menjelang pertengahan Ramadan. Mereka menilai, konsumen kini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman visual yang menyenangkan untuk menambah keceriaan saat merayakan Idulfitri di rumah.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan tren kue kering terus berkembang mengikuti selera pasar yang dinamis. Ragam pilihan yang muncul menjelang lebaran ini sekaligus menjadi peluang bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk terus meningkatkan kualitas produk agar semakin dikenal lebih luas.

