BERITA TERKINI
Taichung Comic Arts Festival 2026 Dibuka 17 September, Angkat Tema Kuliner Lokal

Taichung Comic Arts Festival 2026 Dibuka 17 September, Angkat Tema Kuliner Lokal

Taichung Comic Arts Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–23 September 2026 di Gedung Huichun, Balai Kota Taichung. Festival komik internasional ini mengusung tema kuliner lokal, dengan fokus pada hubungan antara makanan, ingatan rasa, dan budaya setempat.

Dalam jumpa pers pada Rabu (9/9), Wali Kota Taichung Lu Shiow-yen menyampaikan bahwa industri animasi dan komik menjadi salah satu fokus utama kebijakan Pemerintah Kota Taichung. Ia mengatakan, Taichung telah mengalokasikan sumber daya selama bertahun-tahun untuk membangun ekosistem yang ramah bagi penggemar, kreator animasi, dan komikus, dengan target menjadikan kota tersebut sebagai pangkalan komik dan animasi berskala global.

Pada kesempatan itu, Lu tampil sebagai Liu Mao Xing, karakter koki genius dari serial anime Cooking Master Boy. Ia juga mengapresiasi kontribusi para kurator, kreator komik, dan pemangku kepentingan industri yang dinilai konsisten mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal. Lu menegaskan komitmen Taichung untuk terus memantapkan diri sebagai “kota animasi” guna memperkuat talenta dan karya orisinal Taiwan di panggung internasional.

Kepala Biro Informasi Luan Chih-yi menambahkan bahwa tema 2026 menyoroti konsep makanan dan kenangan rasa. Menurutnya, tema tersebut menampilkan memori kolektif serta kekayaan budaya di balik hidangan lokal melalui karya-karya komik orisinal Taiwan. Dalam jumpa pers itu, Luan juga berbusana menyerupai karakter Zhou Meili.

Festival tahun ini turut menggelar kompetisi perdana bertajuk “Lomba Komik Pendek Orisinal Taichung 2026”. Ajang tersebut disebut berhasil menarik 275 karya peserta dan ditujukan untuk membuka wadah ekspresi bagi komikus berbakat.

Sementara itu, kurator pameran Liu Ting-kang menyampaikan bahwa komik Taiwan merefleksikan kebudayaan lokal secara autentik melalui unsur hidangan sehari-hari. Ia menilai, lewat sentuhan emosional dan kenangan masyarakat, para komikus menyaring ragam budaya menjadi “cita rasa visual” yang akrab, sekaligus mengajak pembaca menelusuri kembali tradisi kuliner Taiwan melalui bahasa gambar.