BERITA TERKINI
SMPN 1 Kampar Jadi Lokasi Penelitian Gizi Remaja untuk Penguatan Pencegahan Stunting

SMPN 1 Kampar Jadi Lokasi Penelitian Gizi Remaja untuk Penguatan Pencegahan Stunting

Upaya pencegahan stunting dinilai perlu diperkuat tidak hanya pada anak usia dini, tetapi juga sejak masa remaja. Atas dasar itu, Poltekkes Kemenkes Riau menjadikan UPT SMP Negeri 1 Kampar sebagai salah satu sasaran penelitian terkait gizi remaja.

Penelitian tersebut masuk dalam skema Kajian Kebijakan Strategis (KKS) Tahun 2026 dengan tema “Makanan Melayu Riau dalam Perspektif Gizi Seimbang Anak Remaja untuk Mencegah Stunting”. Riset ini diketuai Guru Besar Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Prof. Dr. Aslis Wirda Hayati.

Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penelitian dilaksanakan secara daring pada Jumat, 4 September 2026. Agenda ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan sekaligus pembahasan keberlanjutan program di lingkungan sekolah.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Kampar, Muhammad Yasir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi kesehatan dan gizi remaja, khususnya siswa di sekolahnya. Ia menyebut program serupa telah berjalan sejak beberapa tahun sebelumnya dan terus dilanjutkan sejak ia mulai bertugas pada April 2020.

“Kegiatan ini memang sudah dilaksanakan. Tadi Ibu Prof. Aslis menyampaikan sejak tahun 2019. Maka saya melanjutkan kegiatan ini sampai hari ini, sampai sekarang,” ujar Yasir.

Menurut Yasir, rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar yang menetapkan SMP Negeri 1 Kampar sebagai sasaran penelitian menjadi kesempatan bagi sekolah untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran gizi di kalangan remaja. Ia menilai penelitian Poltekkes Kemenkes Riau penting karena menyasar langsung kelompok remaja di lingkungan pendidikan.

Yasir juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi perhatian di Kecamatan Kampar. Karena itu, ia menilai pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat.

“Tadi saya mendengar betapa banyak stunting yang berada khususnya di Kecamatan Kampar. Stunting inilah nanti yang kita usahakan, kalau bisa nol stuntingnya di Kecamatan Kampar atas usaha kita bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, sekolah memiliki posisi strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat pada siswa. Edukasi mengenai makanan bergizi seimbang diharapkan membentuk pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan melalui makanan Melayu Riau dinilai dapat membuat edukasi lebih dekat dengan lingkungan siswa. Selain memahami prinsip gizi seimbang, siswa juga dikenalkan pada makanan lokal yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Riau.

Sementara itu, Prof. Aslis menjelaskan bahwa materi mengenai makanan Melayu Riau dan gizi seimbang telah diberikan kepada siswa kelas VII semester 1 melalui tiga kali pertemuan pada 2026.

Ke depan, program ini diharapkan dapat diperluas melalui kerja sama lintas sektor dan pengembangan fasilitas pendukung di sekolah. Salah satu gagasan yang didorong adalah pembangunan laboratorium pengolahan pangan percontohan yang dapat dimanfaatkan sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kampar.

Yasir berharap kolaborasi antara sekolah dan Poltekkes Kemenkes Riau dapat terus berlanjut, sehingga manfaat penelitian tidak hanya dirasakan siswa SMP Negeri 1 Kampar, tetapi juga berdampak lebih luas bagi remaja di Kabupaten Kampar. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk membangun generasi muda yang memahami pentingnya gizi seimbang, memiliki pola konsumsi lebih baik, sekaligus mengenali potensi pangan lokal di daerahnya.