BERITA TERKINI
Program Srikandi Care di Tegal Alur Fokus Perbaikan Gizi Ibu dan Anak, 70% Balita Naik Berat Badan

Program Srikandi Care di Tegal Alur Fokus Perbaikan Gizi Ibu dan Anak, 70% Balita Naik Berat Badan

Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak diperkuat melalui program Srikandi Care – Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak bertema “Bersama Lawan Gizi Buruk, Bangun Masa Depan Cerah” yang digelar di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat.

Program yang berlangsung selama empat minggu pada November–Desember 2025 ini menyasar ibu hamil dan balita, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi. Kegiatan mencakup edukasi gizi seimbang, penyaluran paket makanan bergizi kepada ibu hamil dan balita selama empat minggu, serta pendampingan dan pemantauan kondisi kesehatan serta perkembangan gizi penerima manfaat.

Melalui rangkaian edukasi dan pendampingan, para ibu mendapatkan pemahaman mengenai kebutuhan gizi, pemilihan bahan makanan, prinsip gizi seimbang, hingga cara menyiapkan makanan yang sesuai untuk ibu hamil dan balita. Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan keluarga agar mampu menyediakan makanan bergizi secara berkelanjutan di rumah.

Lurah Tegal Alur, Ahmad Baihaqi, menilai program ini bermanfaat karena tidak hanya memberikan bantuan makanan, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga dalam pemenuhan gizi. “Kegiatan ini sangat berguna sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi balita. Kami berharap kebiasaan positif yang diperoleh selama pendampingan dapat terus diterapkan oleh ibu dan keluarga setelah program berakhir,” ujarnya.

Selain pemberian makanan bergizi dan edukasi, kondisi balita penerima manfaat dipantau untuk melihat perkembangan berat badan dan status gizi. Ahli gizi Puskesmas Tegal Alur, Nandia, menjelaskan bahwa sebelum intervensi dilakukan, 100% balita sasaran memiliki status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U) dalam kategori berat badan kurang.

Setelah intervensi selama empat minggu, hasil pemantauan menunjukkan 70% balita mengalami kenaikan berat badan, sementara 38% mengalami perubahan status gizi berdasarkan indikator BB/U menjadi normal. Pemantauan juga dilakukan tiga bulan setelah program berakhir. Pada periode tersebut, tercatat 51,8% balita mengalami kenaikan berat badan dan 48% telah memiliki status gizi BB/U dalam kategori normal.

“Hasil pemantauan menunjukkan adanya perkembangan positif pada balita setelah mendapatkan intervensi. Kenaikan berat badan dan perubahan status gizi menjadi normal merupakan hal yang baik. Namun, pemantauan pertumbuhan tetap perlu dilakukan secara berkala dan didukung dengan pemenuhan gizi yang baik di lingkungan keluarga,” kata Nandia.

Program Srikandi Care dirancang agar dampaknya dapat berlanjut setelah kegiatan selesai. Paket makanan bergizi membantu memenuhi kebutuhan gizi selama masa intervensi, sementara edukasi dan pendampingan diharapkan menjadi bekal bagi ibu dan keluarga untuk menerapkan kebiasaan gizi sehat secara mandiri.

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi Srikandi PLN, Puskesmas Tegal Alur, kader posyandu, Pemerintah Kelurahan Tegal Alur, serta keluarga penerima manfaat, dengan tujuan memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.