BERITA TERKINI
Program Prajasatria Edukasi Pelajar SMAN 1 Gedeg tentang Pencegahan Anemia dan Bahaya Rokok

Program Prajasatria Edukasi Pelajar SMAN 1 Gedeg tentang Pencegahan Anemia dan Bahaya Rokok

Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Program Remaja Sehat Cegah Rokok dan Anemia (Prajasatria) untuk memberikan edukasi kesehatan kepada pelajar. Kegiatan kali ini berlangsung di SMAN 1 Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/9/2026) pagi.

Acara tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto sekaligus Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa. Di hadapan para pelajar, ia mengajak remaja untuk mulai memperhatikan kesehatan dan asupan gizi sejak dini.

Shofiya menekankan masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang berlangsung pesat dan menjadi tahap penting untuk mempersiapkan kualitas kesehatan generasi mendatang. “Usia remaja adalah masa pertumbuhan yang sangat pesat. Dengan menjaga kesehatan dan gizi remaja hari ini, kita sedang mempersiapkan generasi yang sehat sekaligus turut memutus rantai stunting untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Shofiya, persoalan kesehatan dan gizi yang dapat dihadapi remaja beragam, mulai dari kegemukan, Kurang Energi Kronis (KEK), kekurangan zat gizi mikro, hingga anemia. Karena itu, ia mendorong remaja membiasakan pemenuhan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Remaja dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin, kalsium, dan zat besi, seperti telur, ikan, ayam, tempe, sayuran, buah-buahan, susu, serta sumber pangan bergizi lainnya. Pola makan tersebut dapat diterapkan dengan mengikuti prinsip gizi seimbang dan panduan “Isi Piringku”.

Dalam upaya pencegahan anemia, khususnya pada remaja putri, Shofiya juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran. Ia menjelaskan TTD dianjurkan diminum bersama air putih atau air jeruk untuk membantu penyerapan zat besi, dan tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi, maupun susu karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

“Bagi remaja putri yang tidak mengalami anemia, dianjurkan mengonsumsi satu Tablet Tambah Darah setiap minggu selama satu tahun atau sebanyak 52 tablet,” kata Shofiya.

Selain membahas anemia, Program Prajasatria juga menyoroti bahaya rokok di kalangan remaja. Para pelajar diingatkan bahwa rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vape tetap berisiko bagi kesehatan karena mengandung nikotin dan berbagai bahan kimia.

Shofiya menjelaskan nikotin dapat menyebabkan kecanduan, tar bersifat karsinogenik, sedangkan karbon monoksida dapat mengganggu kemampuan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ia menilai membangun generasi sehat tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia muda.

Remaja, lanjutnya, dapat berperan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencegah anemia, serta menjauhkan diri dari paparan rokok. “Melalui Program Prajasatria, mari kita bersama-sama mewujudkan remaja yang sehat, bebas anemia, dan bebas dari rokok. Langkah yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk melahirkan generasi masa depan yang unggul, cerdas, dan bebas stunting,” tandasnya.