JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan dengan penyesuaian mekanisme pemberian makanan, terutama bagi siswa beragama Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Pemerintah menyiapkan menu kering tanpa kandungan Ultra-Processed Food (UPF) agar kualitas asupan tetap terjaga bagi penerima manfaat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa keberlanjutan program MBG selama Ramadan dilakukan untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan tetap terpenuhi di tengah pelaksanaan puasa. Menurutnya, penyesuaian dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap siswa yang berpuasa.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah tidak memberikan makanan siap santap pada siang hari kepada siswa yang berpuasa. Sebagai gantinya, siswa akan menerima makanan kering untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
“Jadi nanti kalau makan bergizi, di bulan suci Ramadan, bagi siswa yang beragama muslim, ya, nanti disediakan makanan kering. Telur gitu, yang kering, roti, kurma, nanti dibawa pulang,” ujar Zulkifli Hasan dalam rilis yang diterima media ini, Senin (23/2).
Zulkifli Hasan menegaskan, meski jenis menu disesuaikan menjadi makanan kering bagi siswa Muslim, kualitas gizi dan lauk dalam program MBG tetap terjamin dan tidak berubah. Pemerintah berharap penyesuaian tersebut membuat pemenuhan gizi anak-anak Indonesia tetap berjalan konsisten selama Ramadan.
Di daerah, pelaksanaan program ini juga dipastikan tetap berjalan. Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Banten, menyatakan MBG terus dilaksanakan selama Ramadan sesuai instruksi Badan Gizi Nasional (BGN).
“Meski ada penyesuaian terkait teknis dan jenis menu, komitmen pemerintah dalam menjaga asupan gizi pelajar tetap menjadi prioritas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar.
Wahyudi menambahkan, saat ini terdapat 52 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah aktif dan beroperasi di seluruh wilayah Kota Tangerang. Terkait mekanisme pembagian makanan selama bulan puasa, pihaknya mengikuti arahan dari pemerintah pusat.
“Kita mengikuti arahan pusat. Namun, prinsipnya 52 SPPG di Kota Tangerang sudah siap dan berjalan,” ujarnya.

