Anggota DPRD Kabupaten Batang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kukuh Fajar Romadhon, menyatakan kekecewaannya setelah menemukan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada masa Ramadan yang dinilai mudah basi.
Kukuh mengatakan, ia mendapati anak sekolah menerima menu berupa tahu bacem, telur puyuh, ubi Cilembu, dan pisang. Makanan tersebut dibagikan pada siang hari saat siswa menjalankan puasa.
Ketua Komisi I DPRD Batang itu menilai penyusunan menu MBG untuk anak-anak selama Ramadan terkesan tidak mempertimbangkan kualitas dan ketahanan makanan. Ia mengingatkan, makanan yang mudah rusak berpotensi membahayakan kesehatan siswa apabila tidak segera dikonsumsi.
Kukuh juga mempertanyakan keseriusan dapur SPPG dalam menyiapkan menu MBG yang seharusnya memenuhi standar gizi sekaligus keamanan pangan.
Menurutnya, karena MBG merupakan program pemerintah pusat yang wajib berjalan dan tidak mungkin dihentikan, seluruh SPPG diminta memberikan pelayanan terbaik agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Selain itu, ia meminta satgas MBG yang telah dibentuk untuk bekerja maksimal dan tidak hanya turun ketika masalah muncul. Kukuh menegaskan setiap SPPG wajib menyajikan menu harian sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

