BERITA TERKINI
Pemkab Maluku Tenggara Sediakan Lapak Gratis untuk Pedagang Kuliner Lokal di Teras Dekranasda

Pemkab Maluku Tenggara Sediakan Lapak Gratis untuk Pedagang Kuliner Lokal di Teras Dekranasda

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyiapkan fasilitas berjualan gratis bagi pedagang kuliner lokal melalui Pasar Malam Teras Dekranasda Toma Kuliner Evav yang berlokasi di samping Landmark Ohoijang. Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat berjualan yang lebih permanen agar pedagang tidak lagi berpindah-pindah lokasi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disperindagnaker) Kabupaten Maluku Tenggara, Netty Dahlan Uar, mengatakan fasilitas tersebut dibangun pemerintah daerah melalui Dekranasda untuk memberi kepastian tempat berjualan. Para pedagang tidak dikenakan sistem sewa dan dapat menggunakan meja yang telah disediakan untuk menjual makanan lokal.

“Jadi pemerintah memberikan, membangun fasilitas ini untuk para pedagang ini. Jadi mereka, pemerintah lewat Dekranasda, itu untuk mereka berjualan bebas,” kata Netty usai pembukaan Pasar Malam Teras Dekranasda Toma Kuliner Evav, Rabu (16/9/2026).

Netty menjelaskan, fasilitas itu berawal dari relokasi pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan pasar malam, seiring pengembangan dan pembangunan Landmark Ohoijang. Para pedagang kemudian ditempatkan di kawasan Dekranasda, dan pemerintah bersama sejumlah pihak melakukan pendataan ulang untuk memastikan seluruh pedagang yang berjualan tercatat.

Pendataan dilakukan melalui kolaborasi Dekranasda, Tim Penggerak PKK, dan Disperindagnaker Kabupaten Maluku Tenggara. Data pedagang yang sebelumnya tercatat sekitar 15 orang, kini berkembang menjadi 27 pedagang yang menempati fasilitas tersebut.

“Kami tetap berkolaborasi untuk menghimpun mereka, mendata kembali mereka, karena dulu mereka ini di bawah Dinas Sosial. Tetapi kemudian karena memang dalam perjalanan mereka sudah berdiri sendiri-sendiri, tanpa ada pendampingan lagi dari Dinas Sosial, makanya Dekranasda mengambil alih untuk mendampingi mereka,” ujarnya.

Menurut Netty, fasilitas di Teras Dekranasda diprioritaskan untuk penjualan makanan lokal. Namun, peluang bagi pedagang lain di sekitar lokasi tetap terbuka apabila masih tersedia tempat, dengan pengisian lapak menyesuaikan jumlah meja yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Pemerintah daerah berharap keberadaan Teras Dekranasda dapat membantu pedagang menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Masyarakat juga diajak datang dan berbelanja agar aktivitas perdagangan di lokasi tersebut terus berjalan.

Salah seorang pedagang, Tina Rado dari Ohoijang, menyambut baik fasilitas baru ini karena dinilai lebih terbuka sehingga memudahkan masyarakat melihat dagangan. Tina menjual kasbi, lat atau rumput laut, sambal goreng, ikan goreng, dan enbal suami dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp10.000.

“Kalau di sini bisa langsung lihat. Kalau di dalam itu masih cari-cari,” kata Tina. Ia berharap fasilitas tersebut dilengkapi, terutama penerangan pada malam hari agar pengunjung lebih nyaman berbelanja.

Pedagang lainnya, Mei, juga mengaku senang karena tempat berjualan baru dinilai lebih luas, nyaman, dan permanen dibanding lokasi sebelumnya. Ia menjual sayur kuah, sirsir, lodeh, tahu, ikan puri, acar, daun pepaya, jantung pisang, serta makanan rebusan dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000.

Dari sisi pembeli, Cak dari Watdek menilai keberadaan Pasar Malam Toma Kuliner Evav membantu masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan pelaku usaha. Kehadiran pasar tersebut juga memberi pilihan bagi warga untuk mendapatkan beragam makanan lokal di satu lokasi.

Ia berharap pasar malam ini terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang datang dan berbelanja. Dengan aktivitas jual beli yang semakin ramai, peluang pedagang untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha dinilai akan semakin terbuka.