Tempe dinilai dapat menjadi alternatif camilan sehat yang membantu mencegah stunting pada anak. Pakar gizi Fiastuti Witjaksono mengatakan, tempe merupakan bahan pangan yang fleksibel karena bisa dikonsumsi sebagai menu utama maupun camilan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian tubuh yang ditargetkan sebesar 60 gram.
Fiastuti menjelaskan, tempe memiliki kandungan protein, zat besi, dan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan daging sapi. Sementara itu, kadar lemak jenuh dan garam pada tempe disebut lebih rendah.
Menurutnya, tempe sangat direkomendasikan untuk ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Selain padat gizi, tempe juga dinilai baik untuk menjaga kesehatan pencernaan serta mendukung pembentukan tubuh, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Keunggulan lain, produksi tempe disebut membutuhkan energi yang rendah. Dari sisi harga, tempe juga lebih terjangkau di pasaran dibandingkan daging sapi.
Meski tampak sederhana, Fiastuti menambahkan bahwa memproduksi tempe berkualitas tinggi memiliki tantangan tersendiri.

