BERITA TERKINI
Musim Hujan, Kasus Ular Masuk Permukiman di Madiun Marak: Ini Langkah Pencegahannya

Musim Hujan, Kasus Ular Masuk Permukiman di Madiun Marak: Ini Langkah Pencegahannya

Kasus ular bersarang di kawasan permukiman dilaporkan marak terjadi di wilayah Kota Madiun dan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, seiring datangnya musim penghujan. Dalam tiga bulan terakhir, tercatat sudah ratusan ular dievakuasi dari permukiman warga di dua wilayah tersebut.

Koordinator Jaga Satwa Indonesia (JSI) Yonny Purwandana menjelaskan, ular rata-rata masuk ke permukiman karena kondisi rumah yang kotor dan lembab. Selain itu, banyak kasus terjadi di permukiman yang berdekatan dengan area persawahan.

“Kalau rumah dekat sawah atau tempat tinggal yang dibuat itu bekas sawah, maka harus siap menanggung risiko ular masuk rumah. Namun ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi ular masuk rumah,” kata Yonny.

Yonny menyebut, salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan warga adalah rutin membersihkan area rumah yang lembab dan kotor. Menurutnya, kondisi seperti itu kerap menjadi tempat tikus bersarang, sementara tikus merupakan salah satu sumber makanan ular.

“Warga harus rajin membersihkan agar dapat menghindari yang memancing datangnya sumber makanan ular. Kalau rumah kotor maka tikus masuk. Padahal penciuman ular mampu mencapai radius 200 meter untuk menemukan mangsanya,” ujar Yonny.

Selain menjaga kebersihan, warga juga diminta rajin mengepel lantai menggunakan pewangi lantai atau karbol yang menimbulkan bau menyengat. Yonny mengatakan, aroma tersebut dapat membuat ular menghindari rumah.

“Ular tidak menyukai bau menyengat. Kalau mengetahui bau menyengat ular akan memilih menghindar. Selain mengepel lantai dengan pewangi dapat disemprotkan pewangi agar ular tidak masuk,” jelasnya.

Yonny menambahkan, pada musim hujan ular cenderung lebih aktif berkembang biak. Dalam sekali berkembang biak, ular dapat menghasilkan puluhan butir telur. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini dinilai penting agar ular tidak bersarang di permukiman, terutama pada lingkungan yang kotor dan lembab.