BERITA TERKINI
MFC Award 2026 Digelar di Makassar, Dispar Dorong Pengembangan Kuliner Berbasis Gastronomi

MFC Award 2026 Digelar di Makassar, Dispar Dorong Pengembangan Kuliner Berbasis Gastronomi

Makassar Most Favorite Culinary (MFC) Award 2026 kembali digelar di Kota Makassar pada Rabu (16/9/2026) malam. Memasuki tahun ke-17, ajang penghargaan yang digagas media Makassar Terkini–TERKINI.ID ini menjadi ruang apresiasi bagi pelaku usaha kuliner sekaligus mempertemukan industri kuliner dengan masyarakat sebagai konsumen.

Acara berlangsung di Grand Diamond Ballroom, Hotel MYKO Makassar. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin bersama Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kota Makassar. Hendra membuka kegiatan dan menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada perwakilan penerima MFC Award 2026.

Dalam sambutannya, Hendra mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MFC Award yang telah berjalan selama 17 tahun. Menurutnya, keberlanjutan ajang tersebut menunjukkan industri kuliner memiliki ruang luas untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Konsistensi 17 tahun ini bukan hal yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, tetapi bagaimanapun kuliner, bisnis atau industri kuliner tidak akan pernah hilang. Bahkan terus berkembang,” ujar Hendra.

Ia menyebut kuliner sebagai salah satu subsektor penting dalam ekosistem ekonomi kreatif Kota Makassar. Selain kuliner, ia juga menyinggung subsektor lain seperti fesyen dan kriya yang turut menjadi bagian dari perkembangan ekonomi kreatif daerah.

Dalam kesempatan itu, Hendra mendorong agar potensi kuliner Makassar tidak hanya dikembangkan sebagai produk industri, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis gastronomi. Ia menilai gastronomi mencakup aspek yang lebih luas daripada sekadar makanan dan penyajian, termasuk budaya, sejarah, lingkungan, bahan baku, rempah-rempah, hingga cerita di balik sebuah hidangan.

“Gastronomi kuliner bukan hanya melihat bagaimana cara penyajiannya, tapi budaya yang ada di belakangnya, latar belakang dibuatnya sebuah makanan, lingkungan di sekitarnya, bagaimana bumbu dan rempahnya, serta bagaimana cerita di balik semua itu,” katanya.

Hendra menilai kekayaan cita rasa, penggunaan rempah, dan keberagaman budaya di Makassar dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata. Menurutnya, penguatan kuliner berbasis gastronomi dapat memperluas keterkaitan antara industri kuliner dan sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Makassar kepada wisatawan.

Ia juga menilai MFC Award dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menunjukkan inovasi dan memperoleh apresiasi atas produk serta layanan yang mereka hadirkan. “Ajang seperti ini menjadi ruang bagi pelaku usaha kuliner untuk menunjukkan inovasi dan mendapatkan apresiasi atas produk serta layanan yang mereka hadirkan,” ujarnya. Menurut Hendra, apresiasi tersebut dapat mendorong pelaku usaha menjaga kualitas, meningkatkan kreativitas, dan beradaptasi dengan perkembangan industri kuliner.

Sementara itu, CEO TERKINI.ID sekaligus inisiator MFC Award, Adhi Santoso, mengatakan MFC Award dirancang sebagai ruang apresiasi bagi pelaku usaha yang memberi warna terhadap perkembangan kuliner di Makassar. Ia menyebut ajang ini telah diselenggarakan secara konsisten sejak 2010.

“Makassar Most Favorite Culinary Award merupakan ajang penghargaan bagi pelaku usaha kuliner yang telah memberikan warna dan keunikan tersendiri bagi Kota Makassar,” ujar Adhi. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi, kreativitas, dan konsistensi pelaku usaha dalam mengembangkan produk maupun layanan kuliner.

Adhi menjelaskan proses penilaian MFC Award 2026 dilakukan melalui survei selama tiga bulan dengan melibatkan 300 responden warga Makassar. Hasil survei menjadi salah satu dasar penentuan brand dan pelaku usaha kuliner yang memperoleh apresiasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting karena MFC Award dirancang untuk merepresentasikan pilihan konsumen.

“Kami ingin MFC Award memiliki kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, pilihan konsumen menjadi bagian penting dalam proses penghargaan ini,” ujarnya.

Adhi juga mengajak penerima MFC Award 2026 memanfaatkan penghargaan yang diperoleh dalam aktivitas promosi usaha. Ia mengatakan logo MFC Award dapat digunakan pada outlet, kemasan produk, materi promosi, maupun platform digital. “Logo MFC Award bukan hanya simbol, tetapi juga pengakuan masyarakat terhadap kualitas kuliner yang dipilih,” pungkasnya.

Memasuki tahun ke-17, MFC Award 2026 diharapkan terus menjadi ruang untuk mengangkat keberagaman kuliner lokal, memperkuat apresiasi masyarakat, serta mendorong pelaku usaha menjaga kualitas dan menghadirkan inovasi. Di sisi lain, dorongan Dispar Kota Makassar terhadap pengembangan kuliner berbasis gastronomi dinilai membuka ruang agar sektor kuliner tidak hanya menjadi bagian dari ekonomi kreatif, tetapi juga terhubung dengan pengalaman wisata dan kekayaan budaya Kota Makassar.